Seiring berjalannya waktu, daftar karakter video game paling ikonik memang makin sulit ditembus. Jujur aja, kalau kita cuma mengandalkan nostalgia, bakal susah banget buat objektif menilai sosok-sosok baru yang muncul belakangan ini.
Tapi, bukan berarti era 2020-an ini kering akan karakter yang memorable. Justru, banyak banget figur baru yang muncul dengan narasi, pelajaran moral, dan simbolisme yang nggak kalah kuat dari legenda klasik. Kita cuma perlu tahu ke mana harus melihat.
Untuk merayakan sosok-sosok yang bikin medium ini makin naik kelas, yuk kita bahas 10 karakter video game terbaik di era 2020-an (sejauh ini).
10. Dollman: Death Stranding 2: On the Beach
Si Kecil yang Jadi Kompas

Death Stranding 2: On the Beach punya banyak karakter unik, tapi Dollman bener-bener nempel di ingatan saya sejak debutnya di 2025. Awalnya saya sempat skeptis, jangan-jangan dia cuma tiruan Mimir dari God of War yang bakal ngoceh terus dan merusak rasa penasaran kita saat eksplorasi.
Ternyata saya salah. Seiring plot berjalan, perannya justru makin krusial dan berkesan. Apalagi pas kita tahu latar belakangnya; duh, langsung bikin koneksi emosional. Saya nggak mau kasih spoiler, tapi kalau bicara soal pendamping setia, Dollman ini juara bertahan di dekade ini.
9. Blaidd the Half-Wolf: Elden Ring
Bayangan yang Paling Setia
Ngomongin karakter yang bikin baper, Blaidd the Half-Wolf dari Elden Ring jelas masuk daftar. Dari sekian banyak karakter di jagat FromSoftware, Blaidd punya tempat khusus di hati saya.
Di tengah dunia yang hancur berantakan, ketemu Blaidd rasanya kayak ketemu teman lama. Dia bukan cuma sekadar rekan seperjuangan; plot twist yang melilit takdirnya bikin narasi utama Elden Ring terasa jauh lebih dalam secara emosional. Dia itu ibarat bayangan yang menghantui cerita, bikin dunianya terasa makin hidup dan tragis.
8. Yi: Nine Sols
Avatar Pembalasan Dendam
Nine Sols memang dikenal karena sistem combat-nya yang gila, tapi peran Yi sering terlupakan. Dia adalah dewa yang terikat oleh beban nurani, memburu rekan-rekan dewa lainnya dalam sebuah perang saudara yang intensitasnya bisa dibilang menyaingi Kratos.
Yang menarik, kita menyaksikan transformasi Yi dari sosok pendendam menjadi pribadi yang lebih bijak. Perjalanannya menuju penebusan dalam satu game saja terasa sangat padat dan memuaskan. Ini bukti bahwa indie pun bisa punya kedalaman cerita setara AAA.
7. Jin Sakai: Ghost of Tsushima
Kode Kehormatan yang Terkoyak

Beda dengan pahlawan tipikal yang haus balas dendam, Jin Sakai menawarkan dilema yang lebih manusiawi. Perjuangannya bukan cuma soal mengalahkan musuh, tapi melawan kode etik yang ia pegang demi menyelamatkan rakyatnya.
Sakai tumbuh dengan membentuk penilaiannya sendiri, alih-alih cuma jadi boneka tradisi. Melihat dia menerima tragedi demi kedamaian batin; meskipun terasa salah; adalah alasan kenapa Ghost of Tsushima terasa sangat personal.
6. Astarion: Baldur’s Gate 3
Si Teatrikal yang Ikonik
Sebenarnya hampir semua karakter di Baldur’s Gate 3 pantas masuk sini, tapi Astarion punya karisma yang beda. Dia itu terasa nyata, punya trauma, dan punya ketidaksempurnaan yang bikin kita simpati.
Akting suara Neil Newbon benar-benar menghidupkan sosok ini. Di tengah dunia high fantasy, Astarion memberikan dinamika yang vital. Saya berani taruhan, dia bakal diingat sebagai salah satu karakter pendukung terbaik dalam sejarah game.
5. Abby Anderson: The Last of Us Part 2
Kepahlawanan Terbalik
The Last of Us Part II memang kontroversial, tapi perkembangan karakternya luar biasa. Abby Anderson adalah sisi lain dari koin yang dipaksakan untuk kita pahami.
Naughty Dog dengan jenius memaksa kita berempati pada sosok yang awalnya ingin kita benci. Melihat Abby menantang norma di tengah dunia apokaliptik yang tanpa batas antara “baik” dan “jahat” itu sungguh pengalaman yang menguras emosi.
4. Zagreus: Hades
Pangeran dengan Karisma Ilahi
Kadang kita nggak butuh narasi yang berat, cukup karakter yang karismatik. Zagreus dari Hades adalah definisi sempurna dari hal itu. Dia berubah dari pemuda yang cuek menjadi sosok yang sangat kita pedulikan.
Interaksi Zagreus dengan karakter lain di game ini terasa sangat organik; seperti melihat adik sendiri tumbuh jadi orang yang baik. Dialognya yang ratusan itu bikin kita merasa beneran tinggal di Underworld bareng dia.
3. Hinako Shimizu: Silent Hill f
Tragedi yang Penuh Simbol
Jujur, Silent Hill f itu game yang berat banget buat dicerna. Tapi, usaha keras untuk mengungkap kisah Hinako Shimizu sangatlah berharga. Lewat tangan Ryukishi07, Shimizu bukan sekadar karakter horor.
Dia adalah perwujudan dari penolakan terhadap penindasan patriarki dan beban sosial. Meski gamenya cukup menguras mental untuk diselesaikan, setiap kepingan cerita tentang Shimizu terasa sangat tajam dan relevan.
2. Andreas Maler: Pentiment
Antara Penemuan Diri dan Duka
Siapa sangka game tentang pelukis di abad ke-16 bisa sekeren ini? Andreas Maler adalah karakter yang sangat manusiawi, penuh dengan kekurangan dan keraguan.
Membantu Andreas membuat keputusan hidup di desa Tassing bikin kita merasa seperti sedang menjalani hidupnya sendiri. Pentiment adalah tentang kehidupan, seni, dan duka, dan Andreas adalah pembawa pesan terbaik untuk cerita kompleks tersebut.
1. Verso: Clair Obscur: Expedition 33
Kebohongan yang Memikat
Clair Obscur: Expedition 33 punya banyak karakter bagus, tapi Verso berada di level yang berbeda. Dia adalah perwujudan dari misteri; makin kita gali masa lalunya, makin kita sadar kalau kita nggak tahu apa-apa tentang dunia itu.
Akting Ben Starr yang brilian bikin Verso terasa sangat hidup; karismatik sekaligus rapuh, bijak sekaligus kesepian. Dia adalah definisi dari “chiaroscuro” (permainan terang-gelap) yang jadi judul gamenya. Karakter yang bisa kita bedah selama berjam-jam dan tetap bikin penasaran.









