Spotify versi gratis di HP itu batasnya ngerasa banget: iklan muncul pas lagi asyik, lagu sering kepaksa shuffle, dan fitur pilih lagu bebas cuma buat pelanggan Premium. Ditambah lagi, langganan Premium yang dibayar bulanan bisa numpuk jadi ratusan ribu per tahunnya.
Kabar baiknya, ada banyak aplikasi mirip Spotify gratis yang bisa kita andalkan. Bahkan ada satu kategori yang jarang dibahas artikel lain: aplikasi open source yang bener-bener bebas iklan dan enggak ada paywall sama sekali.
Di artikel ini kita bahas dua jalur sekaligus: layanan resmi dengan paket gratis, plus aplikasi open source buat kamu yang mau pengalaman paling bersih. Semua pilihan di sini bisa dipakai dari Indonesia, jadi tinggal pilih sesuai gaya dengarmu.
Kenapa Banyak Orang Nyari Alternatif Spotify?
Sebelum masuk daftar, kita rapikan dulu alasannya. Orang nyari pengganti Spotify biasanya karena:
- Harga langganan: Premium itu murah di awal, tapi kalau dihitung setahun, lumayan tuh buat beli earphone baru.
- Iklan dan batasan: Versi gratis Spotify di HP punya limit skip dan lagunya sering dipaksa shuffle.
- Fitur tambahan: Beberapa layanan lain kasih fitur yang Spotify gak ada, kayak download lagu gratis atau lirik karaoke.
- Katalog lokal: Ada platform yang koleksi lagu Indonesia dan Asia-nya lebih tebal.
Nah, berdasarkan alasan-alasan itu, ini dia 10 aplikasi mirip Spotify gratis yang paling layak dijajal tahun ini, dibagi jadi dua kelompok biar gampang dipilih.
Baca juga: 7 Aplikasi Mirip IDM yang Gratis
Aplikasi Resmi dengan Paket Gratis
Mulai dari yang paling aman dulu: layanan streaming legal yang punya tier gratis. Cara kerjanya standar, kamu boleh dengerin tanpa bayar dengan imbalan iklan atau beberapa batasan fitur.
1. YouTube Music

Kalau cuma boleh pilih satu, YouTube Music adalah pengganti Spotify yang paling mulus. Katalognya raksasa karena selain lagu resmi, ada juga versi cover, live, remix, sampe rekaman konser yang gak ada di layanan lain.
Kelebihan YouTube Music:
- Katalog paling luas, termasuk lagu-lagu yang cuma ada di YouTube.
- Rekomendasi lagunya pintar, apalagi kalau kamu udah aktif pakai YouTube.
- Bisa dipakai gratis tanpa kartu kredit atau komitmen apa pun.
Catatannya satu: di HP, versi gratis gak bisa background playback, jadi layar harus tetap nyala. Mau dengernya sambil layar mati atau download offline? Itu wilayahnya Premium. Di browser desktop sih masih longgar.
2. Joox

Joox masih hidup dan tetap kuat di Indonesia sampai sekarang, jangan tertipu artikel lama yang bilang sebaliknya. Kekuatnya ada di katalog Asia dan lagu lokal, plus fitur lirik real-time yang enak buat karaoke dadakan.
Kelebihan Joox:
- Koleksi lagu Indonesia, Mandarin, Korea, dan Jepang yang tebal.
- Lirik sinkron yang tampil rapi saat lagu diputar.
- Sering ada konten lokal dan playlist curated buat pasar Asia Tenggara.
Versi gratisnya ada iklan dan beberapa batasan. Buat pengalaman tanpa gangguan, mereka punya paket VIP yang harganya lebih ramah di kantong dibanding Spotify Premium.
3. Deezer

Deezer itu semacam “Spotify-nya Eropa” yang sayangnya jarang disebut orang Indonesia. Versi gratisnya bisa streaming hampir semua katalog global mereka, dan fitur andalannya bernama Flow: campuran rekomendasi otomatis yang makin lama makin tepat sasaran.
Kelebihan Deezer:
- Algoritma rekomendasi Flow yang juara.
- Ada lirik sinkron buat ikutan nyanyi.
- Katalog internasional lengkap, dari pop sampe podcast.
Batasan utamanya di mode mobile: pemutaran gratis sering kepaksa shuffle dan jumlah skip-nya dibatasi. Buat eksplor musik baru sih tetap seru.
4. SoundCloud

Buat kita yang hobinya gali musisi baru sebelum mereka meledak, SoundCloud nggak ada duanya. Platform ini rumah buat artis indie, DJ, dan produser yang upload karyanya langsung, jadi banyak lagu di sini yang gak akan ketemu di Spotify.
Kelebihan SoundCloud:
- Ratusan juta track dari musisi independen.
- Komunitas yang aktif, bisa komen di momen tertentu dari sebuah lagu.
- Sebagian lagu boleh didownload gratis, terserah kemauan artisnya.
Iklan tetap ada di versi gratis, dan beberapa lagu populer dikunci buat pelanggan berbayar. Tapi sebagai mesin eksplorasi, SoundCloud tetap wajib masuk daftar.
5. Audiomack

Audiomack ini permata yang kurang diamati. Berakar dari komunitas hip-hop, rap, dan R&B, aplikasi ini punya satu keunggulan yang langka di tier gratis: kamu bisa download lagu buat didengerin offline tanpa bayar.
Kelebihan Audiomack:
- Download offline gratis, ini yang bikin beda dari kompetitor.
- Playlist curated dan chart tren yang update rutin.
- Katalognya makin luas, bukan cuma musik urban lagi.
Buat pecinta hip-hop dan R&B, aplikasi ini rasanya seperti dirancang khusus buat kamu.
Baca juga: 5 Aplikasi Edit Video di HP Gratis yang Wajib Kamu Coba
6. Langit Musik

Masih ada yang belum tahu? Indonesia punya layanan streaming sendiri bernama Langit Musik, yang dikembangkan oleh Telkomsel. Sesuai namanya, fokus utamanya adalah musik Indonesia, dari dangdut, pop, sampe lagu daerah.
Kelebihan Langit Musik:
- Katalog lagu Indonesia yang super lengkap, termasuk yang susah dicari di layanan global.
- Harga paket premiumnya jauh lebih bersahabat daripada layanan luar.
- Ada lirik dan fitur khas lokal lainnya.
Kalau playlist kamu didominasi lagu Indonesia, kombinasi harga dan katalognya susah ditolak.
Baca juga: Earphone IEM Terbaik untuk Audio Berkualitas Tinggi
Aplikasi Open Source yang Bener-Bener Gratis dan Tanpa Iklan
Sekarang bagian yang paling seru. Selain layanan resmi di atas, ada kategori lain yang jarang dibahas: client YouTube Music open source. Nama-nama seperti SimpMusic, Kreate, Metrolist, dan ArchiveTune.
Cara kerjanya begini. Aplikasi-aplikasi ini ambil isi katalog YouTube Music (yang isinya mirip banget sama lagu-lagu di Spotify), terus menampilkannya lewat antarmuka sendiri. Karena bukan bisnis langganan, gak ada iklan, gak ada limit skip, dan gak ada paywall. Semua fiturnya terbuka gratis.
Kenapa gak ada di Play Store? Karena Google melarang client pihak ketiga untuk YouTube di tokonya. Solusinya, aplikasi ini disebar lewat F-Droid, toko aplikasi alternatif khusus software open source, atau lewat repositori komunitas seperti IzzyOnDroid dan halaman GitHub masing-masing proyek. Kamu tinggal install F-Droid dulu, cari nama aplikasinya, selesai.
Ini empat pilihan terbaik yang masih aktif dikembangkan per Agustus 2026:
7. SimpMusic

Pilihan paling aman buat memulai. SimpMusic tersedia resmi di F-Droid dan rajin update, rilis terbarunya baru aja keluar bulan Agustus 2026. Proyek ini juga udah melebar dari Android ke desktop, jadi satu akun bisa nikmati di dua tempat.
Yang kamu dapat:
- Pemutaran tanpa iklan plus background playback.
- Cache dan download lagu buat offline.
- Lirik sinkron, sleep timer, dan dukungan Android Auto.
- Fitur SponsorBlock yang otomatis lewatin segmen sponsor di video.
Satu catatan dari pengembangnya sendiri: aplikasi ini masih tahap beta, jadi sesekali bisa ada bug. Normal, dan update-nya cepat.
Install via F-Droid: f-droid.org/packages/com.maxrave.simpmusic
8. Kreate

Pernah dengar RiMusic, aplikasi legendaris yang sayangnya sudah berhenti dikembangkan? Kreate adalah pewarisnya, dibangun dari kode yang sama dengan fokus tambahan: performa. Hasilnya terasa lebih ringan dan responsif di HP kelas bawah.
Yang kamu dapat:
- Ringan dan hemat, cocok buat HP spek pas-pasan.
- Background playback, cache offline, dan export lagu yang udah didownload.
- Dukungan Android Auto, Android TV, sampe pemutaran video YouTube.
Kreate juga tersedia resmi di F-Droid dan update-nya konsisten. Menariknya, salah satu pembaruannya di pertengahan 2026 khusus memperbaiki error saat YouTube sempat blokir akses, bukti bahwa timnya sigap merespons masalah.
Install via F-Droid: f-droid.org/packages/me.knighthat.kreate
9. Metrolist

Kalau kamu mau tampilan yang paling terasa modern, Metrolist jawabannya. Antarmukanya memakai desain Material 3 yang bersih, dengan tema dinamis yang warnanya ngikutin cover album yang lagi diputar.
Yang kamu dapat:
- Desain Material 3 yang modern dan simpel.
- Background playback, download offline, dan sinkronisasi akun YouTube Music.
- Widget layar utama buat kontrol musik cepat.
Metrolist belum masuk repo resmi F-Droid, jadi ambil lewat repositori IzzyOnDroid atau langsung dari GitHub-nya. Perlu diketahui juga, proyek ini sedang dalam mode perawatan: masih dirawat dan tetap dapat perbaikan bug, tapi fitur besar baru enggak perlu dinantikan.
10. ArchiveTune

Terakhir, buat kamu yang definisi liburan adalah opsi setelan. ArchiveTune adalah yang paling kaya fitur di daftar ini: lirik bergaya karaoke kata per kata, dukungan banyak akun, integrasi Discord, sampe mode tampilan selalu-nyala saat musik jalan.
Yang kamu dapat:
- Lirik paling canggih, bisa tampil kata demi kata ala karaoke.
- Multi-akun dan impor playlist dari layanan lain.
- Segudang opsi kustomisasi tampilan dan perilaku pemutar.
Sama seperti Metrolist, ambil via IzzyOnDroid atau GitHub. Proyek ini sangat aktif, rilis barunya juga keluar bulan Agustus 2026.
Oh iya, satu tips penting: kalau kamu nemu artikel lama yang nyaranin ViMusic, RiMusic, atau OuterTune, asal tau aja itu udah kadaluarsa. Ketiganya udah resmi berhenti dikembangkan. InnerTune, sang pelopor genre ini, juga udah lama gak keluar versi baru. Empat nama di atas adalah yang masih hidup.
Hal yang Perlu Kamu Sadari Sebelum Pakai
Beberapa trade-off menggunakan aplikasi gratis ini:
- Aplikasi ini bisa hilang fungsi kapan saja. Mereka mengandalkan jalur tidak resmi ke YouTube, dan tiap kali YouTube mengubah sistemnya, aplikasinya bisa error dulu sebelum diupdate. Itu bukan sekadar ‘kalo’, tapi kapan, dan penggunanya harus sabar nunggu perbaikan.
- Musisi favoritmu tetap butuh dukungan. Dengarin lagu tanpa iklan berarti artis dapat pemasukan lebih kecil dibanding lewat kanal resmi. Kalau suka sama sebuah artis, dukung lewat streaming resmi, konser, atau merchandise ya.
- Ambil hanya dari sumber resminya. Selalu unduh lewat F-Droid, IzzyOnDroid, atau GitHub resmi proyek tersebut. Jangan pernah cari APK-nya di situs sembarangan.
Selama kamu oke dengan tiga hal itu, pengalaman pakainya benar-benar menyenangkan.
Mana yang Paling Cocok Buat Kamu?
Biar cepat mutusin, begini petanya:
- Mau paling praktis dan resmi: YouTube Music. Katalog terluas, tinggal login.
- Suka lagu Indonesia dan Asia: Joox atau Langit Musik.
- Hobi gali artis baru: SoundCloud, tak tertandingi di bidang ini.
- Butuh download offline gratis dari aplikasi resmi: Audiomack.
- Mau bebas iklan total dan gak keberatan install dari F-Droid: SimpMusic buat yang seimbang, Kreate buat yang HP-nya kentang.
- Pecinta setelan dan fitur maksimal: ArchiveTune.
Dan kalau kamu penasaran soal audio, semua aplikasi di atas bakal terdengar jauh lebih nikmat pakai earphone IEM yang proper ketimbang speaker HP.
Baca juga: 7 Aplikasi Mirip GetContact Buat Cek Nomer HP
Kesimpulan
Gratis itu ada dua rasa. Layanan resmi seperti YouTube Music atau Joox kasih akses luas dengan imbalan iklan dan batasan. Sementara aplikasi open source seperti SimpMusic dan Kreate bener-bener ngasih semuanya gratis, dengan risiko teknis kecil sebagai gantinya.
Dua-duanya sah dan dua-duanya berguna. Mulai dari yang resmi kalau mau simpel, lanjut ke F-Droid kalau udah siap naik level. Yang jelas, dengan sepuluh pilihan di atas, gak ada alasan lagi buat ngerasa terjebak sama satu layanan.
FAQ
Apakah aplikasi open source seperti SimpMusic aman dipakai?
Relatif aman karena kodenya terbuka dan bisa diperiksa siapa saja, apalagi kalau diambil dari F-Droid yang memverifikasi asal aplikasi. Risikonya bukan soal keamanan data, tapi soal aplikasi bisa berhenti berfungsi saat YouTube berubah.
Kenapa aplikasi seperti SimpMusic enggak ada di Play Store?
Google melarang aplikasi pihak ketiga yang memutar konten YouTube di toko resminya. Makanya aplikasi jenis ini disebar lewat F-Droid, IzzyOnDroid, atau GitHub.
Apakah aplikasi mirip Spotify di atas bisa dipakai di iPhone?
Enam aplikasi resmi (YouTube Music, Joox, Deezer, SoundCloud, Audiomack, Langit Musik) tersedia di App Store. Empat aplikasi open source di bagian kedua hanya untuk Android karena butuh instalasi manual.
Apa bedanya aplikasi open source dengan APK mod?
Jauh berbeda. APK mod biasanya aplikasi berbayar yang dibajak lalu dimatikan lisensinya, sering disisipi malware dan ilegal. Aplikasi open source dibangun terbuka dari awal oleh komunitasnya sendiri, gratis secara sengaja, dan bisa diperiksa kodenya.









