Jangan Beli PS5 Versi Disc Kalau Pola Main Kamu Seperti Ini

PS5 Disc vs PS5 Digital, Pilih yang Mana?

Saya membeli PlayStation 5 (PS5) pada 12 November 2021 dan saat itu memilih varian disc (Blu-ray). Setelah hampir lima tahun digunakan, saya justru menyadari bahwa pilihan tersebut kurang sesuai dengan pola bermain saya, terutama jika dibandingkan dengan varian digital.

Membeli PS5 pada periode tersebut bukan perkara mudah. Saat pandemi COVID-19, produksi dan distribusi global sempat terganggu karena kebijakan lockdown di berbagai negara. Dampaknya, ketersediaan PS5 di pasaran menjadi terbatas dan sering kali hanya dijual menggunakan sistem raffle.

Lantas, apa yang membuat saya memilih varian disc? Sederhana. Dengan harga yang lebih mahal, saya berpikir peminatnya tidak akan sebanyak versi digital. Saat itu, keputusan tersebut terasa logis, apalagi ketika stok PS5 masih sulit didapatkan.

Alasan lain, saya sudah memiliki cukup banyak koleksi Blu-ray PS4. Berkat fitur backward compatibility, seluruh kepingan tersebut masih bisa digunakan di PS5.

Namun, seiring waktu, ada beberapa penyesalan di balik keputusan tersebut. Beberapa di antaranya mungkin bisa menjadi bahan pertimbangan sebelum kamu memutuskan, membeli PS5 versi disc atau digital.

Baca juga: Silakan Beli Nintendo Switch 2 di 2026 kalau…

Hal yang Baru Terasa Setelah Memakai PS5 Versi Disc

1. Blu-ray Jarang Terpakai karena Saya Lebih Sering Beli Game di PSN

Dalam praktiknya, Blu-ray ternyata jarang saya gunakan. Sejak awal, saya lebih sering membeli game langsung dari PlayStation Store. Selain praktis, game digital bisa langsung diunduh di hari pertama rilis tanpa perlu menunggu ketersediaan fisik atau repot ganti kepingan.

Pola ini terasa makin masuk akal karena banyak konten tambahan, seperti DLC, memang hanya tersedia secara digital. Bahkan, game versi fisik sekalipun hampir selalu membutuhkan pembaruan di awal permainan, yang tetap mengharuskan koneksi internet. Pada akhirnya, Blu-ray lebih sering berfungsi sebagai “kunci instalasi” saja, bukan benar-benar media utama untuk bermain.

2. Harga Diskon Lebih Banyak di Versi Digital

Alasan lain yang membuat saya semakin jarang menyentuh Blu-ray adalah soal harga. Di PlayStation Store, diskon game digital datang jauh lebih rutin dan variatif. Mulai dari weekly deals, seasonal sale, hingga promo besar seperti Days of Play atau Black Friday, pilihannya terasa lebih banyak dan mudah diakses.

Sebaliknya, diskon game fisik cenderung terbatas dan tidak selalu selaras dengan promo digital. Bahkan ketika ada potongan harga, selisihnya sering kali tidak terlalu signifikan. Dalam jangka panjang, kebiasaan berburu diskon di PSN membuat membeli game digital terasa lebih rasional, sekaligus semakin mengurangi alasan untuk memilih PS5 versi disc.

Baca juga: Semua Game Baru TGA 2025 Buat Kamu yang Enggak Sempet Nonton

3. Ribet Menyimpan Disc, Sementara Resale Jarang Terjadi

Di luar soal harga dan kebiasaan membeli game digital, ada faktor praktis lain yang baru terasa setelah bertahun-tahun memakai PS5 versi disc. Menyimpan Blu-ray ternyata bukan hal yang sepele. Kepingan game perlu tempat khusus, harus dijaga kondisinya, dan rawan tercecer jika tidak ditata dengan baik.

Awalnya, saya juga sempat berpikir soal potensi resale game fisik. Namun dalam praktiknya, hal itu jarang benar-benar dilakukan. Sebagian besar game yang sudah tamat tidak pernah dijual kembali, entah karena nilainya turun atau sekadar karena terasa merepotkan. Pada akhirnya, Blu-ray lebih sering tersimpan daripada berpindah tangan.

4. Game Fisik Tetap Butuh Internet

Salah satu asumsi awal saya saat membeli PS5 versi disc adalah fleksibilitas bermain tanpa bergantung penuh pada koneksi internet. Namun dalam praktiknya, game fisik tetap membutuhkan koneksi online. Mulai dari instalasi awal, pembaruan day-one patch, hingga perbaikan bug, semuanya mengharuskan konsol terhubung ke internet.

Alhasil, perbedaan pengalaman antara game fisik dan digital menjadi semakin tipis. Blu-ray tidak sepenuhnya menawarkan kebebasan offline seperti yang saya bayangkan di awal.

5. Waktu Akses Tidak Sepraktis Versi Digital

Dalam penggunaan sehari-hari, faktor kepraktisan juga terasa cukup signifikan. Game digital bisa langsung dimainkan tanpa perlu mengganti kepingan. Sekilas terdengar sepele, tetapi dalam jangka panjang hal ini berpengaruh pada kenyamanan.

Saat ingin berpindah game dengan cepat, versi digital terasa jauh lebih ringkas. Sementara itu, game fisik menambahkan satu langkah ekstra yang, bagi saya, justru mengurangi spontanitas saat bermain.

Baca juga: 20 Game Triple A Terbaik Buat Mengawali Tahun 2025

6. Disc Drive Jarang Terpakai tapi Tetap Dibayar Mahal

Pada akhirnya, saya menyadari bahwa disc drive di PS5 lebih sering menganggur. Dengan kebiasaan membeli game digital, komponen tersebut jarang benar-benar digunakan. Padahal, kehadiran disc drive inilah yang membuat harga PS5 versi disc lebih mahal dibandingkan versi digital.

Dalam konteks pemakaian pribadi, selisih harga tersebut terasa kurang sepadan dengan manfaat yang saya peroleh. Bukan karena fitur ini buruk, melainkan karena tidak sesuai dengan pola bermain saya.

Kesimpulan: Tergantung Pola Main Kamu

Pada akhirnya, PS5 versi disc bukanlah produk yang buruk. Blu-ray tetap punya nilai, terutama bagi mereka yang gemar mengoleksi game fisik, menyukai edisi khusus, atau memang aktif melakukan jual-beli game bekas. Dalam konteks tersebut, kehadiran disc drive justru sangat masuk akal.

Namun bagi pemain dengan pola main seperti saya—yang lebih sering membeli game digital, berburu diskon di PSN, dan jarang menyentuh kepingan fisik—PS5 versi digital terasa lebih relevan. Terlebih, Sony juga menyediakan opsi add-on disc reader, sehingga pengguna versi digital tetap punya ruang untuk berubah pikiran di kemudian hari.

Pada akhirnya, keputusan membeli PS5 versi disc atau digital bukan soal mana yang lebih baik, melainkan mana yang paling sesuai dengan kebiasaan bermain. Pengalaman ini mengajarkan saya satu hal sederhana: fitur terbaik adalah fitur yang benar-benar kita gunakan.

Prepared by:

Share: