Jujur saja, game yang benar-benar akurat dengan sejarah dunia nyata itu sebenarnya gak sebanyak yang kita kira. Kalau kita singkirkan game simulasi atau strategi seperti Civilization, serta seri aksi seperti Assassin’s Creed atau Dynasty Warriors, mungkin jumlahnya bisa dihitung jari.
Memang, belakangan ini popularitas game bertema sejarah makin meningkat, tapi tren ini sebenarnya baru terasa sekitar 15 tahun terakhir. Ya, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, kan?
Saya pribadi adalah penggemar berat sejarah. Gara-gara itu, setiap ada game yang mengambil latar waktu spesifik atau diangkat dari peristiwa nyata, insting saya langsung terpanggil.
Nah, karena hari ini saya lagi kepikiran soal game yang “berbasis sejarah”, bukan cuma sekadar punya elemen historis, saya sudah merangkum sepuluh judul yang menurut saya wajib dibahas. Semuanya berkaitan dengan peristiwa nyata, meski ada satu pengecualian yang cukup menarik.
Yuk, langsung aja kita bedah satu per satu.
10. Ghost of Tsushima
Tahun 1274, Kekaisaran Mongol melakukan invasi pertama ke Jepang. Seperti yang digambarkan di Ghost of Tsushima, ribuan tentara Mongol mendarat di Pantai Komoda. Di sana, mereka dihadang oleh 80 samurai berkuda, yang sayangnya langsung habis dalam hitungan jam. Bagian sejarah ini memang digambarkan dengan sangat akurat oleh game tersebut.
Tapi, layaknya adaptasi sejarah pada umumnya, Ghost of Tsushima juga mengambil beberapa kebebasan kreatif. Contohnya, meskipun Klan Sakai itu nyata, karakter Jin Sakai, Lord Shimura, bahkan Khotun Khan itu fiktif. Bahkan, Klan Sakai sendiri baru muncul sekitar satu abad setelah latar waktu game ini. Begitu juga dengan kode Bushido yang jadi konflik batin Jin; sistem itu baru benar-benar populer di era Edo, antara abad ke-17 sampai 19.
Apakah ini bikin gamenya jadi jelek? Tentu saja tidak. Ini kan game, bukan kuliah sejarah, dan Sucker Punch pun gak pernah mengklaim game ini sebagai dokumenter. Game ini tetap jadi salah satu karya open-world terbaik yang pernah ada.
9. Valiant Hearts: The Great War
Meskipun signifikansinya luar biasa, Perang Dunia I sebenarnya cukup sulit diadaptasi jadi game. Kalau kamu pernah nonton film 1917, kamu pasti tahu betapa brutal dan mengerikannya kondisi parit saat itu, sesuatu yang sulit diterjemahkan ke dalam aksi game yang seru. Namun, Valiant Hearts: The Great War berhasil mengakali ini dengan fokus pada kisah kemanusiaan di balik pertempuran di Verdun, Marne, dan Somme.
Walaupun cerita empat karakter utamanya fiktif, pengembangnya tetap sangat serius soal akurasi. Ubisoft Montpellier bekerja sama dengan sejarawan dan Mission Centenaire 14-18 untuk memasukkan foto asli serta entri buku harian para prajurit. Gaya seni 2D-nya mungkin membuat kekejaman perang terlihat lebih “halus”, tapi dampaknya tetap terasa sangat dalam.
8. Liberty or Death

Di era 8 dan 16-bit, KOEI sangat terkenal dengan game strategi sejarahnya. Meskipun gamenya cenderung berat karena fokus pada detail administrasi dan manajemen, mereka punya basis penggemar yang setia. Pada 1993, mereka merilis Liberty or Death, yang membawa gaya klasik tersebut ke era Perang Revolusi Amerika di SNES.
Game ini menuntut kita mengelola anggaran militer, jalur logistik, sampai moral pasukan dalam pertempuran nyata seperti Pengepungan Yorktown. Menariknya, kita bisa memimpin kubu Amerika maupun Inggris. Jadi, kalau kamu pernah penasaran gimana jadinya sejarah kalau Benedict Arnold gak berkhianat, game ini adalah tempatnya.
7. 1979 Revolution: Black Friday
Revolusi Iran tahun 1979 adalah salah satu peristiwa paling krusial di abad ke-20. Kamu bisa lihat sendiri di berita kalau dampaknya masih terasa sampai hari ini. 1979 Revolution: Black Friday menempatkan kita di posisi seorang fotografer jurnalistik tepat sebelum jatuhnya Shah. Judulnya merujuk pada peristiwa 8 September 1978, saat militer Iran menembaki warga sipil di Lapangan Jaleh.
Game ini mengambil sudut pandang yang netral layaknya dokumenter. Karakter utama kita, Reza, punya teman dan keluarga di kedua sisi konflik, yang memperlihatkan brutalnya situasi dari berbagai sisi. Dengan menyertakan foto asli, wawancara, dan catatan jurnal, game ini bukan cuma menghibur, tapi juga edukatif.
6. Assassin’s Creed Unity
Sebenarnya banyak judul Assassin’s Creed yang bisa masuk daftar ini, tapi saya pilih Unity. Memang peluncurannya sempat kacau balau, bahkan bisa dibilang menyaingi kegagalan Cyberpunk 2077 di awal rilis. Tapi setelah diperbaiki, game ini jadi salah satu yang paling cantik dan underappreciated.
Selain itu, ini adalah salah satu seri yang paling fokus pada sejarah. Kita bisa ikut serta dalam peristiwa penting seperti Penyerbuan Penjara Bastille pada 1789. Belum lagi kehadiran Napoleon yang digambarkan dengan sangat menarik. Fakta unik: Napoleon ternyata aslinya gak pendek-pendek amat, lho!
5. Castlevania: Bloodlines
Kalau kamu fans Castlevania tapi belum pernah main seri ini, itu wajar karena game ini cuma rilis di Sega Genesis. Yang bikin unik, game ini punya koneksi langsung dengan Perang Dunia I. Antagonis utamanya, Elizabeth Bartley, diadaptasi dari pembunuh berantai asli, Countess Elizabeth Bathory.
Dalam dunia Castlevania, Elizabeth mendalangi pembunuhan Archduke Franz Ferdinand, pemicu nyata Perang Dunia I. Tujuannya? Mengumpulkan jutaan jiwa dari konflik global tersebut untuk membangkitkan pamannya, Dracula. Cara yang sangat ribet untuk membangkitkan orang mati, ya?
4. L.A. Noire
L.A. Noire sering dikritik karena teknologi animasi wajahnya yang dianggap aneh, padahal gamenya sendiri sangat solid. Rekreasi Los Angeles tahun 1940-an di game ini sangat memanjakan mata, dan naskahnya adalah salah satu yang terbaik di antara game Rockstar. Ceritanya pun gelap, terutama saat membahas kasus pembunuhan Black Dahlia yang legendaris.
Kasus pembunuhan Elizabeth Short pada 1947 adalah salah satu perburuan pelaku terbesar dalam sejarah LAPD. Kasus nyata inilah yang menginspirasi misi “Werewolf Murders” yang harus dipecahkan oleh detektif Cole Phelps. Benar-benar kerasa banget vibe film noir klasik.
3. Call of Duty: Black Ops
Kita mungkin ingat seri Call of Duty sebagai game perang modern, tapi Black Ops sukses membawa kita kembali ke sejarah. Game ini memulai ceritanya dengan invasi Teluk Babi di Kuba tahun 1961. Misi ini digambarkan gagal, lengkap dengan plot percobaan pembunuhan Fidel Castro yang ternyata hanya mengenai si kembar identiknya.
Game ini juga berani mengangkat teori konspirasi nyata seperti program MKUltra milik CIA. Belum lagi kehadiran tokoh-tokoh sejarah seperti John F. Kennedy dan Robert McNamara yang bikin ceritanya terasa jauh lebih berbobot dibanding sekadar tembak-tembakan biasa.
2. Medal of Honor: Frontline
Berbicara soal Medal of Honor, seri inilah yang memicu tren game berbasis sejarah. Dibuat oleh Steven Spielberg tepat setelah film Saving Private Ryan, seri ini memang punya atmosfer yang sangat intens. Di seri Frontline, kita diajak merasakan kekacauan dan horor saat pendaratan D-Day di Normandia.
Meskipun saya sendiri gak ada di sana, penggambaran suasananya benar-benar bikin tegang. Setelah misi D-Day yang ikonik itu, gamenya berlanjut dengan misi sabotase pesawat eksperimental Nazi yang juga terasa sangat otentik bagi para penggemar sejarah militer.
1. The Oregon Trail
Masih ada anak sekolah yang main The Oregon Trail gak, ya? Kalau nggak, mereka benar-benar ketinggalan momen legendaris. Game ini mensimulasikan perjalanan melintasi Amerika di tahun 1800-an menggunakan kereta kuda.
Kamu harus mengatur stok makanan, obat-obatan, dan memperbaiki kereta yang sering rusak. Ancaman utamanya bukan cuma penjahat, tapi sungai yang ganas dan penyakit. Ingat, risiko meninggal karena disentri itu nyata di game ini! Meskipun tampilannya sangat sederhana untuk komputer Apple II, game ini berhasil mengajarkan sejarah dengan cara yang paling memorable bagi jutaan orang.








