Pasar Smartphone Asia Tenggara Lesu, Cuma Samsung yang Tumbuh

Kabar kurang sedap datang dari industri ponsel pintar di Asia Tenggara. Berdasarkan laporan terbaru dari Counterpoint Research (CR), pasar smartphone di kawasan kita mengalami penurunan tajam sebesar 15% pada kuartal kedua tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Biang kerok utamanya? Apalagi kalau bukan harga smartphone yang makin melambung tinggi.

Tapi di tengah kondisi yang serba sulit ini, ada satu nama yang justru tampil beda: Samsung. Raksasa teknologi asal Korea Selatan ini berhasil memimpin pasar dengan pangsa 24%. Menariknya, Samsung menjadi satu-satunya brand yang pengirimannya justru naik sebesar 6% secara tahunan (YoY).

Setelah Samsung, posisi di bawahnya diisi oleh Xiaomi dengan pangsa 18%, Oppo 17%, Transsion (induk Infinix dan Tecno) 15%, dan Apple yang berada di angka 9%. Kalau kita bandingkan dengan data tahun sebelumnya, pangsa pasar Samsung naik dari 19%. Sementara itu, Xiaomi cenderung stagnan, Oppo malah turun dari 22%, sedangkan Transsion dan Apple sama-sama mencatatkan kenaikan tipis.

Yang bikin penasaran adalah perubahan perilaku belanja konsumen. Ternyata, pengiriman smartphone di kelas harga di bawah $150 anjlok drastis sampai 38%, dan segmen menengah $250-$499 juga ikut turun 11%. Sebaliknya, pasar justru bergairah di kelas premium. Segmen harga $500-$699 melonjak tajam hingga 74%, dan kategori di atas $700 pun naik 18%.

Gimana enggak? Tren ini nunjukin kalau konsumen sekarang lebih selektif. Pihak Counterpoint Research memprediksi bahwa di semester kedua tahun ini, tantangan harga dan sikap konsumen yang makin hati-hati masih bakal berlanjut. Jadi, jangan kaget kalau angka pengiriman gadget nantinya bakal makin melambat.

Prepared by:

Share: