10 Game JRPG Terbaik yang Pas Banget Dimainkan di Perangkat Handheld

Semenjak punya anak, waktu luang saya buat main game jadi jauh lebih terbatas. Dulu, saya terbiasa melahap game JRPG yang ceritanya panjang lebar, tapi sekarang? Harus pintar-pintar bagi waktu.

Untungnya, sekarang si kecil udah 3 tahun dan sudah bisa main sendiri, meski tetap harus diawasi biar nggak ada drama ‘kecelakaan’ di rumah. Biar hobi main game tetap jalan, perangkat handheld jadi senjata andalan saya.

Jujur aja, nggak semua JRPG cocok dimainkan sambil nyambi. Ada momen krusial dalam cerita yang menuntut fokus penuh. Tapi, ada juga game yang justru terasa lebih asik kalau dimainkan santai sambil rebahan atau pas lagi nunggu sesuatu. Entah karena gaya eksplorasinya yang rileks, sistem grinding-nya yang bikin nagih, atau gameplay yang nggak terlalu menguras otak.

10. Digimon Story Time Stranger

Grinding Jadi Lebih Ringan

Setelah pengumuman Digimon Story Time Stranger, saya langsung balik lagi ke Digimon Story: Cyber Sleuth – Hacker’s Memory. Setelah sukses dapet Platinum di seri pertama, rasanya wajib banget namatin semuanya sebelum terjun ke judul baru ini.

Saya suka banget sama perubahan quality-of-life di sini, terutama fitur di mana semua Digimon di cadangan tetap dapet XP. Rasanya puas banget bisa ngabisin waktu setengah jam cuma buat digivolving dan cari bentuk baru.

Tapi ya, kadang grinding bisa kerasa membosankan juga, kan? Nah, di sinilah handheld berperan. Sambil dengerin podcast atau nonton acara TV ringan, saya bisa lanjut grinding tanpa berasa berat. Dua kebutuhan terpenuhi: tim jadi makin kuat, dan koleksi Digimon makin lengkap. Kayaknya game koleksi monster emang diciptakan buat dimainin di perangkat portable, ya nggak?

9. Octopath Traveler

Nostalgia dalam Genggaman

Perjalanan Square Enix di konsol Nintendo dan Sony emang unik. Sempat pindah-pindah, tapi akhirnya mereka sadar kalau audiens Jepang—dan dunia—cinta banget sama gaya visual HD-2D. Nah, Octopath Traveler adalah salah satu bukti paling sahih kalau genre JRPG dengan gaya visual retro-modern ini emang jodohnya konsol handheld seperti Switch.

Presentasinya nostalgia, sistem pertarungannya strategis, tapi lawan musuh biasa pun bisa jadi repetitif—cocok banget buat sesi main singkat. Ceritanya memang ditulis dengan apik, tapi nggak sepadat itu sampai bikin pusing kalau ditinggal sebentar. Kalau ada kombinasi yang lebih pas antara gaya visual HD-2D Square Enix dan kenyamanan handheld, sampai sekarang saya belum nemu tandingannya.

8. Final Fantasy Tactics: The Ivalice Chronicles

Kebebasan Taktis

Square Enix nggak cuma jago bikin game HD-2D. Versi terbaru Final Fantasy Tactics: The Ivalice Chronicles ini jadi bukti nyata. Meskipun banyak yang berharap ada versi HD-2D-nya, versi yang sekarang pun sudah sangat memanjakan, apalagi dengan adanya tambahan mode casual buat kita yang cuma mau santai.

Buat kamu yang mau fokus farming job atau sekadar menikmati pertempuran tanpa harus mikirin plot yang berat, silakan ambil camilan, duduk di kursi paling nyaman, dan mainkan game ini di mode handheld. Nggak ada alasan buat terpaku di depan meja atau TV kalau nggak ada cutscene besar yang nungguin. Jadilah bebas, seperti Ramza nantinya.

7. The Adventures of Elliot: The Millennium Tales

Sahabat Terbaik Penjelajah

Waktu saya dapet tugas buat me-review The Adventures of Elliot: The Millennium Tales, saya berhasil menamatkannya dan dapet Platinum cuma dalam 5 hari. Padahal saya sudah berkeluarga, lho! Bukan berarti saya nggak punya kehidupan, tapi emang game ini bikin nagih. Tema penjelajahan waktu di game ini nggak bikin pusing, justru jadi latar yang asik buat eksplorasi dunia.

Karena kita bakal bolak-balik ke dunia yang sama sampai empat kali, game ini bisa terasa sedikit repetitif. Tapi, justru di situlah kekuatan handheld-nya. Mainin game ini sambil santai di sofa bikin perjalanannya terasa lebih ringan dan menyenangkan.

6. Paper Mario: The Thousand-Year Door

Mahakarya yang Cozy

Mainin Paper Mario: The Thousand-Year Door di handheld sekarang terasa sangat pas. Game yang aslinya lahir di GameCube ini akhirnya dapet remake di Switch, dan jujur saja, ini adalah game yang paling nyaman dimainkan di mana saja. Gaya visualnya yang manis, gameplay yang simpel tapi menantang, plus aksi Mario yang ikonik bikin game ini susah ditaruh.

Kalau kamu cuma punya waktu sebentar buat nyari Shine Sprites atau Star Pieces, main di handheld adalah cara terbaik. Nggak terlalu berat, tapi tetap bikin penasaran buat lanjut terus.

5. Trails in the Sky 1st Chapter

Sapaan Akrab buat NPC

Oke, saya akui kalau seri Trails itu ceritanya sangat padat. Dialognya bisa panjang banget, dan kalau kamu kelewat satu info, bisa-bisa bingung di tengah jalan. Tapi, remake Trails in the Sky 1st Chapter tetap terasa sangat cocok buat dimainkan di handheld.

Kenapa? Karena buat saya yang tipe ‘completionist’, saya suka banget ngobrol sama semua NPC setiap kali ada perkembangan cerita baru. Nah, karena proses ngobrol sama NPC ini bisa jadi cukup melelahkan kalau dilakukan di depan TV, mainin di handheld bikin pengalaman eksplorasi Zemuria jadi lebih santai dan nggak bikin capek.

4. Sea of Stars

Keunggulan Indie

Sabotage Studio emang juara. Sea of Stars itu perpaduan sempurna antara pixel art cantik, mekanisme turn-based yang seru, dan cerita yang bikin baper. Satu-satunya keluhan saya cuma pengumpulan Rainbow Conches yang agak bikin repot, tapi ya, main di handheld bikin proses ‘grinding’ koleksi ini jadi jauh lebih enteng.

Game ini emang pantas banget dapet semua penghargaan yang mereka terima. Dan jujur, pengalaman terbaik main Sea of Stars adalah saat perangkatnya ada di tangan kamu, bukan di depan layar besar.

3. Dragon Quest HD-2D Remake

Lahir dari Nintendo

Saya tetap pegang prinsip: HD-2D itu jodohnya handheld. Visualnya tetep tajam, performanya stabil, dan karena mekaniknya sering mengadopsi gaya klasik, mainnya jadi nggak perlu mikir keras. Seri Dragon Quest yang emang akarnya dari Nintendo terasa sangat ‘pulang ke rumah’ di perangkat portabel.

Meski ada sistem *random encounter* atau koleksi yang tersembunyi banget, hal-hal itu jadi terasa lebih bisa ditoleransi kalau kita mainnya sambil berjemur di halaman belakang rumah. Dragon Quest adalah JRPG legendaris, jadi bisa main di mana saja itu anugerah.

2. Xenoblade Chronicles X: Definitive Edition

Menjelajah Planet Mira

Bicara soal eksplorasi, Xenoblade Chronicles X itu juaranya. Dunianya luas banget dan planet Mira punya banyak sudut yang bisa dijelajahi. Kamu nggak harus selalu fokus ke plot utama buat nikmatin game ini. Sambil nemenin anak main, saya sering banget sekadar pasang *data probe* atau jalan-jalan pakai Skell.

Game ini punya konten ratusan jam, dan nggak semuanya menuntut fokus intens. Main di handheld bikin progres eksplorasi jadi lebih praktis buat orang tua sibuk kayak saya.

1. Pokémon

Raja Handheld Sejati

Saya nggak akan milih satu judul spesifik, karena Pokémon itu sendiri lahir dan besar di perangkat handheld. Meskipun sekarang sudah ada di konsol rumahan, sensasi main Pokémon sambil dibawa ke mana-mana itu nggak tergantikan.

Mau sekadar shiny hunting, naikin level party, atau main tantangan Nuzlocke, semuanya terasa pas. Pokémon dulu, sekarang, dan selamanya akan selalu jadi raja di dunia handheld. Gimana menurut kamu?

Prepared by:

Share: