Kita semua tahu, memilih HP flagship itu seperti memilih mobil sport. Enggak cuma butuh desain keren, tapi dapur pacunya harus gahar. Di dunia Android, pertempuran performa selalu didominasi oleh dua raksasa: Qualcomm Snapdragon dan MediaTek Dimensity. Tapi, Dimensity 9300 datang membawa konsep yang radikal di tahun 2025, yang membuat kita semua harus melihat ulang standar HP flagship.
Chipset Dimensity 9300 ini bukan cuma upgrade biasa, ini adalah lompatan besar bagi MediaTek. Chip ini menawarkan kekuatan yang luar biasa, terutama buat kita yang hobi gaming, membuat konten, atau sekadar ingin ponsel yang super cepat. Yang lebih menarik, ponsel-ponsel yang menggunakan chip ini seringkali menawarkan performa flagship dengan harga yang lebih baik daripada pesaingnya dari Snapdragon.
Yuk, kita bahas tuntas daftar HP mana saja yang sudah ditenagai oleh Dimensity 9300 ini, mulai dari yang terbaik untuk fotografi sampai yang paling pas buat gamer garis keras!
Kenapa HP Dimensity 9300 Banyak yang Cari?
Pertama-tama, kita harus mengerti dulu kenapa chip ini begitu istimewa. Dimensity 9300 itu adalah chip andalan MediaTek untuk tahun 2025. Perubahan besar yang mereka bawa adalah arsitektur CPU-nya.
Filosofi Desain “All-Big-Core”: Revolusi atau Risiko?
Bayangkan kamu sedang merakit tim sepak bola. Biasanya, kamu punya penyerang kuat (Big Cores), gelandang yang seimbang (Medium Cores), dan pemain bertahan yang efisien (Little Cores). Nah, Dimensity 9300 memutuskan untuk membuang pemain bertahan yang cuma buat efisiensi daya rendah itu!.
MediaTek mengadopsi desain “All-Big-Core” atau “Semua Core Besar” yang pertama kali diperkenalkan di industri smartphone Android. Artinya, semua core CPU-nya, yang berjumlah delapan, adalah core berkinerja tinggi, dilengkapi dengan jalur eksekusi out-of-order.
Konfigurasi chip Dimensity 9300 ini terdiri dari Octa-core yang dibuat menggunakan proses TSMC 4nm:
• Satu inti Cortex-X4 yang sangat cepat (Prime Core) berkecepatan 3.25 GHz.
• Tiga inti Cortex-X4 tambahan (Performance Cores) berkecepatan 2.85 GHz.
• Empat inti Cortex-A720 (Medium Cores) berkecepatan 2.0 GHz.
Pendekatan ini sangat agresif, dan tujuannya jelas: menghasilkan performa multi-thread dan single-thread puncak yang luar biasa. Mediatek percaya bahwa core efisiensi (A5xx) yang lama sudah gak efektif lagi pada proses manufaktur baru, dan core menengah (A7xx) kini lebih efisien bahkan untuk tugas-tugas ringan.
Baca juga: Perbandingan Samsung Galaxy Z Fold7 vs Z Fold6: Layak Upgrade di 2025?
Keunggulan Chipset Dimensity 9300
Chipset ini membawa beberapa janji manis yang wajib kamu tahu:
Performa Cepat dan Pengendalian Baterai
Dimensity 9300 menjanjikan pemuatan aplikasi yang cepat dan bermain game dengan mulus tanpa lag. Secara teori, arsitektur “All-Big-Core” ini harusnya meningkatkan kinerja multi-thread secara signifikan, yang sangat penting untuk game modern seperti Genshin Impact yang memerlukan Thread Level Parallelism (TLP) tinggi (bahkan melebihi 5). Dalam skenario penggunaan dasar, Dimensity 9300 bahkan menunjukkan penggunaan daya sekitar 10% lebih rendah dibandingkan Dimensity 9200.
Fitur AI dan Fotografi Kelas Atas
Chip ini juga membawa fitur AI dan fotografi yang kuat. Ini berarti HP dengan Dimensity 9300 akan sangat mumpuni buat kamu yang suka mengedit video atau foto langsung di ponsel.
Daftar HP Terbaik dengan Chipset MediaTek Dimensity 9300 (D9300 & D9300+)
Sejauh ini, banyak HP flagship kelas atas, terutama dari merek Tiongkok, yang mengadopsi Dimensity 9300, atau versi yang lebih baru dan sedikit lebih cepat, Dimensity 9300+. Mari kita bedah beberapa model paling menonjol.
1. Vivo X100 Pro: Pilihan Terbaik untuk Performa Serba Guna

Vivo X100 Pro sering disebut sebagai performer serba guna terbaik yang menggunakan Dimensity 9300. Ponsel ini diluncurkan pada November 2023.
Bagi yang mencari pengalaman premium menyeluruh macem fotografi, kecepatan, dan multitasking; Vivo X100 Pro adalah pilihan yang sulit dikalahkan.
Detail Spesifikasi Utama dan Sistem Kamera ZEISS
Salah satu daya tarik utamanya adalah departemen kamera. Ponsel ini memiliki sistem tiga kamera ZEISS.
• Chipset: MediaTek Dimensity 9300 (4 nm).
• RAM/Storage: Pilihan hingga 16GB RAM / 1TB penyimpanan internal.
• Layar: LTPO AMOLED 6.78 inci dengan refresh rate 120Hz dan kecerahan puncak mencapai 3000 nits.
• Baterai: Kapasitas 5400 mAh dengan pengisian cepat 100W, yang diklaim mampu mengisi 50% dalam 14 menit.
• Kamera: Triple 50MP, termasuk lensa telefoto periskop 4.3x optical zoom. Lensa ini memiliki optik Zeiss dengan lapisan T* Zeiss.
Vivo X100 Pro sangat direkomendasikan untuk fotografi, pengeditan, media sosial, dan multitasking berat. Di GeekBench 6, ponsel ini bahkan mencetak skor multi-core tertinggi (7396) di antara ponsel lain yang diuji.
Baca juga: Deretan HP Terbaik 2025 yang Bisa Jadi Opsi Upgrade Kamu
2. iQOO 12 Pro: Jawaban Terbaik untuk Para Gamer Sejati

Buat kamu yang prioritasnya adalah performa gaming paling cepat, iQOO 12 Pro wajib masuk daftar incaran. Ponsel ini memang dirancang untuk menghadirkan frame rate tinggi dan pengalaman bermain yang super responsif.
Ponsel ini mampu menjalankan game berat seperti COD Mobile, Genshin Impact, dan PUBG Mobile pada pengaturan tertinggi tanpa mengalami lag.
Salah satu keunggulan iQOO 12 Pro adalah layarnya yang sangat mulus, menggunakan panel AMOLED 6.78 inci dengan refresh rate 144Hz. Kecepatan refresh yang tinggi ini sangat penting untuk pengalaman gaming yang super lancar, membuat setiap gerakan terasa lebih hidup.
Selain itu, iQOO 12 Pro dilengkapi dengan fitur mode gaming dan kontrol panas yang baik, yang membantu menjaga performa tetap stabil saat sesi bermain game maraton. Berdasarkan hasil pengujian, iQOO 12 Pro menunjukkan stabilitas FPS dan pendinginan terbaik untuk bermain dalam waktu lama.
3. Vivo X100: Performa Flagship dengan Harga Lebih Terjangkau

Jika kamu menyukai performa dan fitur Vivo X100 Pro tetapi anggaran kamu sedikit terbatas, Vivo X100 adalah alternatif yang cemerlang. Ponsel ini diluncurkan bersamaan dengan versi Pro pada November 2023.
Meskipun dijual dengan harga yang lebih rendah daripada versi Pro, ia tetap dibekali dengan Dimensity 9300 yang sama kencangnya.
• Chipset: MediaTek Dimensity 9300 (4 nm).
• Layar: LTPO AMOLED 6.78 inci, 120Hz, dengan kecerahan puncak 3000 nits.
• Baterai: Sedikit lebih kecil, 5000 mAh, tetapi dilengkapi pengisian super cepat 120W, yang mampu mengisi 50% dalam 11 menit.
• Kamera: Memiliki pengaturan kamera yang mirip dengan versi Pro dan hasil fotonya masih dianggap memukau. Konfigurasinya triple 50MP (utama) + 64MP (telefoto periskop 3x optical zoom) + 50MP (ultrawide).
Vivo X100 sangat cocok bagi kamu yang berfokus pada kualitas foto dan performa harian tanpa harus membayar harga Pro.
4. Oppo Find X7: Pilihan Flagship Premium Lain

Oppo juga enggak mau ketinggalan memanfaatkan kehebatan Dimensity 9300. Oppo Find X7 masuk dalam daftar HP yang ditenagai chip ini. Ponsel ini diluncurkan pada Januari 2024.
Oppo Find X7 menawarkan spesifikasi flagship yang solid dan menarik bagi pengguna yang mencari kombinasi antara desain, performa, dan fotografi, apalagi dengan dukungan Hasselblad Color Calibration di kameranya.
• Chipset: MediaTek Dimensity 9300 (4 nm).
• Layar: LTPO AMOLED 6.78 inci, 120Hz, dengan resolusi 1264 x 2780 piksel. Kecerahan puncaknya bahkan mencapai 4500 nits!.
• Baterai: 5000 mAh dengan pengisian cepat 100W, diklaim mampu mencapai 50% dalam 10 menit.
• Kamera: Triple 50 MP (wide, OIS) + 64 MP (telefoto periskop 3x optical zoom) + 50 MP (ultrawide).
Ponsel ini menjanjikan pengalaman visual dan fotografi yang luar biasa, didukung oleh Dimensity 9300 yang menjamin kecepatan aplikasi dan multitasking.
5. Redmi K70 Ultra: Kekuatan Flagship di Harga Paling Murah (Unit Impor)

Bagi pembeli yang cerdas dan mencari nilai terbaik dari performa Dimensity 9300+, Redmi K70 Ultra adalah “Binatang Buas” flagship dengan harga paling terjangkau.
Penting untuk dicatat, Redmi K70 Ultra biasanya hanya tersedia melalui jalur impor (China ROM). Walaupun begitu, ponsel ini menawarkan fitur kelas atas yang luar biasa:
• Chipset: MediaTek Dimensity 9300+ (4 nm).
• Layar: OLED 6.67 inci dengan refresh rate 144Hz.
• Baterai: Kapasitas 5500 mAh yang besar, dilengkapi pengisian cepat 120W.
• Memori: Pilihan RAM sangat luas, hingga 1TB penyimpanan / 24GB RAM.
• Harga: Harga perdananya sekitar 330 EUR (di luar biaya impor, tentu saja).
Redmi K70 Ultra membuktikan bahwa kamu nggak harus menghabiskan banyak uang untuk mendapatkan performa Dimensity 9300 yang super cepat, asalkan kamu nyaman dengan unit impor.
Baca juga: Semua Spesifikasi dan Fitur iPhone 17 Series
HP Chipset Dimensity 9300 Lainnya
Selain model utama di atas, Dimensity 9300 dan versi plus (D9300+) juga digunakan pada beberapa HP lain yang diluncurkan pada akhir 2024 dan 2025:
• Seri Vivo X100s: Termasuk Vivo X100s dan X100s Pro (keduanya menggunakan D9300+), menawarkan upgrade dari seri X100 dengan chipset yang sedikit lebih kencang.
• Seri iQOO: Vivo iQOO Neo9 Pro (D9300) dan iQOO Neo9S Pro (D9300+) adalah pilihan menarik lainnya dari Vivo, khususnya untuk pasar China, dengan fokus pada gaming dan pengisian daya 120W.
• Seri Xiaomi T: Xiaomi 14T Pro (D9300+) menjanjikan performa all-big-core dan kemampuan AI, dipadukan dengan kamera Leica Summilux.
Perbandingan Dimensity 9300 vs. Kompetitor (Snapdragon & Apple)
Dimensity 9300 membuat gebrakan besar karena ambisinya untuk mengalahkan pesaing utamanya, Snapdragon 8 Gen 3, terutama dalam hal performa multi-core dan efisiensi di beban berat. Apakah berhasil? Jawabannya, ya, tapi dengan beberapa catatan penting.
Adu Kekuatan CPU dan Efisiensi Multicore
Dimensity 9300 terbukti mampu bersaing ketat dengan Snapdragon 8 Gen 3. Faktanya, dalam banyak pengujian, Dimensity 9300 mengungguli Snapdragon dalam hal kecepatan, baterai, dan termal di beban puncak. MediaTek bahkan mengklaim bahwa Dimensity 9300 memiliki efisiensi daya yang lebih baik daripada Snapdragon 8 Gen 3 saat diuji dengan Geekbench v5 multi-core.
Dalam uji Geekbenchv5 multi-core, Dimensity 9300 mencetak 7368 poin, mengalahkan Snapdragon 8 Gen 3 (6782) dan Apple A17 Pro (6342). Ini membuktikan bahwa strategi “All-Big-Core” MediaTek berhasil mendominasi performa multi-thread.
Bahkan dalam pengujian game berat seperti Genshin Impact, Dimensity 9300 mencatat frame rate rata-rata 59.7 FPS dengan konsumsi daya 5.5W, sedikit lebih baik dibandingkan Snapdragon 8 Gen 3 yang mencatat 59.2 FPS dengan 5.7W. Hasil ini memvalidasi tujuan desain All-Big-Core MediaTek: mencapai performa yang lebih baik dan lebih konsisten dengan daya yang lebih rendah.
Tantangan Grafis dan Isu Stabilitas Jangka Panjang
Meskipun unggul di CPU multi-core, Dimensity 9300 menghadapi tantangan di sektor grafis (GPU). Dalam pengujian GPU via 3DMark, Snapdragon 8 Gen 3 menunjukkan keunggulan yang signifikan, sekitar 26% lebih baik dalam tes Wild Life. Begitu juga dalam tes ray tracing Solar Bay, Snapdragon unggul sekitar 21%.
Ini seperti membandingkan mesin mobil balap: Dimensity 9300 unggul dalam akselerasi di trek lurus (CPU multi-core), tetapi Snapdragon unggul dalam kemampuan manuver ekstrem dan berkelanjutan (GPU).
Dampak Isu Thermal Throttling pada Pengalaman IRL
Isu yang paling sensitif adalah stabilitas saat beban berat yang berkelanjutan. Dimensity 9300 memang sangat kuat di awal, tetapi beberapa laporan menunjukkan bahwa chip ini bisa mengalami penurunan performa yang dramatis saat diuji stres (disebut thermal throttling).
Dalam tes CPU throttling yang ekstrem pada Vivo X100 Pro, performa chip Dimensity 9300 anjlok hingga 46% dalam waktu hanya dua menit. Ini terjadi karena desain All-Big-Core menghasilkan panas yang tinggi ketika semua inti didorong hingga batas maksimum, dan sistem pendingin ponsel, dalam kasus Vivo X100 Pro, terkadang enggak mampu mengatasinya secepat itu.
Fenomena ini sangat kontras dengan chip pesaing yang, meskipun performa puncaknya mungkin lebih rendah, cenderung mempertahankan stabilitas yang lebih tinggi dalam jangka waktu lama (misalnya, Snapdragon 8 Gen 2 mempertahankan sekitar 80% performanya).
Jadi, buat kita yang tinggal di daerah beriklim panas dan lembap, ini bisa menjadi pertimbangan penting, meskipun penggunaan di dunia nyata mungkin gak selalu seekstrem tes throttling tersebut. Ini menegaskan bahwa performa Dimensity 9300 sangat bergantung pada solusi pendinginan yang diterapkan oleh pabrikan HP.
Dimensity 9300+: Varian yang Lebih Cepat
Enggak lama setelah rilis D9300, MediaTek merilis Dimensity 9300+. Ponsel seperti Xiaomi 14T Pro, Redmi K70 Ultra, Vivo X100s, dan Realme Neo7 menggunakan Dimensity 9300+.
Dimensity 9300+ mempertahankan arsitektur All-Big-Core yang sama, yaitu Octa-core yang terdiri dari empat Cortex-X4 dan empat Cortex-A720. Namun, D9300+ meningkatkan kecepatan Ultra-High Clock Speed Prime Core-nya menjadi 3.4 GHz. Ini tentu menjanjikan peningkatan performa single-core yang lebih baik, menghadapi tekanan dari chip pesaing yang terus berkembang.
Sebagai contoh, Xiaomi 14T Pro, yang menggunakan D9300+, fokus pada kinerja AI dan performa all-big-core yang maksimal, dikombinasikan dengan pengisian daya 120W dan 50W wireless.
Sementara itu, Realme Neo7, yang juga ditenagai D9300+, menonjol dengan baterai monster 7000 mAh, menjadikannya pilihan kuat bagi yang mengutamakan daya tahan baterai ekstrem. Ponsel rugged seperti Ulefone Armor 28 Ultra Thermal juga memilih D9300+ karena daya tahannya yang kuat dan baterai 10600 mAh.
Selengkapnya: Urutan Chipset MediaTek Dimensity dari Flagship hingga Budget
Kesimpulan: Apakah HP Dimensity 9300 Layak Kamu Beli?
HP dengan chipset Dimensity 9300 ini menawarkan kekuatan flagship dengan harga yang lebih baik di pasar. Bagi kamu yang mencari performa CPU sangat cepat, kamera pro-level (terutama pada seri Vivo X100/X100 Pro), dan daya tahan baterai yang baik, ponsel-ponsel ini akan sangat memuaskan.
MediaTek telah berhasil menyajikan chip yang sangat menarik, yang secara teori (dan dalam banyak benchmark CPU) mengungguli pesaingnya. Pendekatan All-Big-Core adalah sebuah perjudian yang membuahkan hasil dalam hal performa puncak dan multi-thread.
Namun, jika kamu adalah gamer yang rutin memainkan game yang sangat menuntut dalam durasi panjang, terutama di bawah suhu lingkungan yang panas, kamu harus mempertimbangkan isu stabilitas GPU dan thermal throttling yang terdeteksi pada model awal seperti Vivo X100 Pro. Dalam skenario gaming ekstrem dan berkelanjutan, ponsel Snapdragon 8 Gen 3, terutama yang memiliki pendingin khusus (seperti ponsel gaming), mungkin masih memiliki keunggulan dalam stabilitas jangka panjang.
Intinya, jika pabrikan berhasil mengoptimalkan pendinginannya (seperti yang dilakukan Vivo pada integrasi kameranya), Dimensity 9300 adalah pilihan chipset yang brutal dan canggih.
Pilihan Terbaik Kamu:
• Pilihan Terbaik Multifungsi: Vivo X100 Pro.
• Pilihan Terbaik untuk Gaming: iQOO 12 Pro.
• Pilihan Flagship Murah: Redmi K70 Ultra (Impor).
FAQ
Apakah Dimensity 9300 lebih baik dari Snapdragon 8 Gen 3?
Dimensity 9300 lebih unggul dalam performa CPU multi-core dan menunjukkan efisiensi daya yang lebih baik dalam skenario beban berat CPU seperti Geekbench v5 dan game tertentu seperti Genshin Impact. Namun, Snapdragon 8 Gen 3 umumnya memiliki keunggulan yang jelas dalam performa GPU dan stabilitas (ketahanan terhadap throttling) dalam pengujian stres GPU yang sangat ekstrem.
Apa itu arsitektur “All-Big-Core” pada Dimensity 9300?
Ini adalah desain CPU revolusioner yang diadopsi MediaTek untuk Dimensity 9300, yang menghilangkan inti CPU kecil (A5xx) yang fokus pada efisiensi daya sangat rendah. Chip ini menggunakan delapan inti performa tinggi (1x Cortex-X4, 3x Cortex-X4, dan 4x Cortex-A720). Tujuannya adalah untuk memaksimalkan performa multi-thread dan kecepatan aplikasi.
HP Dimensity 9300 mana yang paling bagus untuk fotografi?
Vivo X100 Pro adalah pilihan paling menonjol untuk fotografi, karena dilengkapi dengan sistem tiga kamera ZEISS 50MP, optik Zeiss T* coating, dan performa ultra-jernih di berbagai kondisi cahaya. Vivo X100 juga menawarkan hasil foto yang memukau dengan harga yang lebih rendah.
Apakah HP Dimensity 9300 mendukung jaringan 5G?
Mengapa performa Dimensity 9300 bisa menurun drastis saat stres tes, padahal performa puncaknya tinggi?
Penurunan performa yang cepat (dikenal sebagai thermal throttling) terjadi karena arsitektur All-Big-Core yang agresif menghasilkan panas tinggi ketika semua inti didorong maksimal. Karena gak ada inti efisiensi berdaya sangat rendah, chip mungkin kesulitan mengelola panas di bawah beban kerja yang sangat berat dan berkelanjutan, terutama jika pendinginan perangkat (seperti Vivo X100 Pro) dianggap kurang memadai untuk beban ekstrem tersebut.









