15 Game Mirip Genshin Impact Buat yang Udah Bosen Keliling Teyvat

game mirip genshin impact buat hp bisa offline

Kita yakin banget kalo banyak di antara kamu yang udah khatam keliling Teyvat di Genshin Impact. Udah Archon Quest tamat, udah Abyss mentok, tinggal login harian, farming Resin, terus bingung mau ngapain lagi, iya enggak sih?.

Kita ingat banget, dulu pas awal Genshin rilis 2020, vibe open-world fantasi, karakter waifu dan husbando yang bisa di-gacha, ditambah seni visualnya yang vibrant, itu bener-bener bikin kita ketagihan. Genshin Impact emang bikin kesan mendalam ke banyak player. Rasa-rasanya dunia Teyvat itu manggil-manggil buat dijelajah. Genshin juga memantapkan dirinya sebagai salah satu free gacha game terbaik sekarang.

Tapi ya gitu, kadang kita butuh angin segar, butuh dunia baru, atau mungkin kita cuma lagi capek sama sistem gacha Genshin yang kadang bikin kepala pusing. Kita juga denger-denger, banyak player yang udah empat tahun main Genshin Impact itu pengen banget ada perubahan formula.

Walaupun Genshin Impact itu bukan game pertama dengan genre kayak gitu, dia punya pengaruh besar lewat pendekatan inovatifnya ke desain open-world dan elemen gacha.

Cek juga: 7 Rekomendasi Game MOBA HP Mirip Mobile Legends, Anti Bosen!

Makanya, kita bikinin nih daftar spesial game yang mirip Genshin Impact buat kamu. Daftar ini isinya bukan cuma yang tampilannya anime doang ya, tapi yang mekaniknya, vibe-nya, atau bahkan filosofi gacha-nya itu bisa ngasih sensasi yang sama, atau bahkan lebih baik, daripada Genshin. Kita pilih yang meniru mekanik gacha Genshin atau yang bisa kasih feeling mirip saat dimainkan.

Siapa tahu, salah satu dari list ini bisa jadi game obsesi kita berikutnya. Biarin deh Genshin Impact sementara kita tinggalin dulu, toh Teyvat juga enggak kemana-mana kan?.

Cek juga: 10 Game Android Alternatif Free Fire Bisa Offline

1. Wuthering Waves: Game yang Mirip Genshin Impact Pesaing Terkuat

Bicara soal game yang mirip Genshin Impact, pasti nama Wuthering Waves (WuWa) ini langsung muncul, iya kan? Wuthering Waves, yang rilis Mei 2024, berhasil banget menarik banyak pemain Genshin Impact karena mekanik gacha-nya yang mirip. Game ini dari Kuro Games, dan terasa seperti Genshin Impact versi sepupu yang lebih serius dan terobsesi pada combat.

Ceritanya terjadi di dunia pasca-apokaliptik yang penuh misteri. Atmosfernya terasa kurang gelap dibanding Genshin Impact di beberapa area, tapi keseluruhan vibe-nya mirip game kayak Mega Man Zero.

Yang paling bikin WuWa beda adalah sistem combat-nya. Action-nya lebih cepat, flashy, dan butuh skill lebih tinggi dibanding Genshin, karena sangat menghargai timing kamu buat dodge atau parry. Ini bikin battle-nya terasa lebih menantang.

Ada juga fitur unik namanya Echoes. Ini ibaratnya kayak Artifact di Genshin, tapi lebih keren! Kita bisa ngumpulin dan pakai kemampuan dari musuh yang udah kita kalahkan. Bahkan ada beberapa Echoes yang bisa kita pakai buat utility di luar battle (misalnya buat terbang atau healing).

Tapi harus jujur, di awal rilis, banyak yang bilang WuWa ini lebih susah dikuasai di mobile dibanding Genshin. Maklum, dia pakai Unreal Engine, jadi butuh HP yang agak high end kalau mau main di setelan 60 fps tanpa stuttering.

Kelebihan WuWa:

• Combat-nya super cepat, flashy, dan sangat berbasis skill.

• Ada sistem Echoes, jadi kita bisa pakai skill musuh (bisa buat summon atau berubah jadi musuh itu).

• Gacha sistemnya dinilai lebih f2p friendly dari Genshin (misalnya tidak ada 50/50 di weapon banner).

• Traversal-nya memuaskan (ada grappling hook, wall-running) yang bikin eksplorasi lebih dinamis.

Kekurangan WuWa:

• Kinerja di HP masih bisa dibilang kurang optimal (butuh HP high end).

• Beberapa player bilang ceritanya enggak se-hit Genshin di awal rilis.

Tips: Kalau kamu suka Genshin karena karakternya, tapi cari combat yang bikin kamu harus fokus total, Wuthering Waves ini alternatif yang menyegarkan.

Baca juga: 10 Game Mirip Limbo di Android dan PC

2. Honkai: Star Rail: Game yang Mirip Genshin Impact Versi Turn-Based

Tentu aja, kita enggak bisa lepas dari developer yang sama: HoYoverse. Honkai: Star Rail (HSR) ini sering dianggap sebagai spiritual successor Genshin Impact. Walaupun HSR rilis April 2023, jauh setelah Genshin, dia melakukan banyak hal berbeda yang bikin kedua game ini bisa berjalan beriringan.

Perbedaan paling besar? Combat-nya! HSR itu turn-based RPG yang setting-nya di luar angkasa, bukan real-time action kayak Genshin. Jadi, daripada button bashing atau nge-spam serangan biasa, kamu bakal lebih banyak menyusun strategi tim.

Karena combat-nya turn-based, HSR ini cocok banget buat kamu yang main di mobile. Kalau sesi main kita tiba-tiba keganggu (misalnya, internet putus atau harus simpan HP mendadangan), kita bisa lanjutin persis di tempat kita berhenti. Selain itu, grind-nya terasa lebih mudah diampuni, terutama karena ada sistem auto-battle dan leveling yang lebih simpel.

HSR juga punya vibe yang sama dengan Genshin dalam hal world-building dan storytelling. Tapi bedanya, HSR langsung tancap gas dengan cerita yang menarik sejak awal, penuh intrik politik dan pengkhianatan. Genshin Impact butuh waktu sekitar 30 jam atau sampai region Inazuma buat ceritanya mulai seru.

Kelebihan HSR:

• H3: Grind-nya lebih ringan berkat sistem auto-battle.

• H3: Combat turn-based yang strategis, sangat cocok buat main di HP.

• H3: Cerita langsung menarik dan dialogue-nya dianggap lebih baik buat orang dewasa.

Kekurangan HSR:

• H3: Bukan open-world, world-nya closed atau hub-based.

• H3: Enggak ada fitur multiplayer co-op saat ini, beda dengan Genshin yang ada.

Tips: Kalau kamu suka Genshin karena karakter dan lore-nya, tapi mau gameplay yang beda, Honkai: Star Rail adalah pilihan terbaik. Banyak istilah di HSR yang mirip Genshin Impact, kayak Primogem jadi Stellar Jade, Artifact jadi Relic, dan Wish jadi Warp.

Cek juga: 7+ Game Indie Isometric Terbaik yang Wajib Kamu Coba

3. Zelda BOTW: Inspirasi Utama Genshin Impact Tapi Offline dan Pure Eksplorasi

Kita harus akui, Genshin Impact itu berutang banyak ke The Legend of Zelda: Breath of the Wild (BOTW) dan sekuelnya, Tears of the Kingdom (TOTK). Kalau kamu mau game yang mirip Genshin Impact tapi offline, ini dia juaranya.

Kenapa mirip? Banyak mekaniknya yang jelas-jelas terinspirasi dari sini: dari cara gliding, sistem stamina-based climbing, sampai desain dunianya yang fokus ke kebebasan pemain. Bahkan beberapa musuh Genshin ada yang mirip dengan musuh di Zelda.

Tapi Zelda, yang dirilis Nintendo, beda jauh karena dia ini non-gacha dan premium. Enggak ada waifu yang harus kamu pull di sini. Fokusnya adalah penemuan, pemecahan masalah (puzzle), dan kebebasan.

Zelda BOTW dan TOTK ini cuma menjerumuskan kita ke dunia yang masif dan indah, terus membiarkan kita mencari tahu semuanya sendiri. Eksplorasi itu top-tier. Kamu lihat gunung, kamu bisa daki. Enggak ada loading screen atau penanda quest yang maksa.

Kelebihan Zelda:

• H3: Eksplorasi open-world-nya sempurna dan memberi kebebasan luar biasa.

• H3: Gaya seni visualnya itu abadi dan jadi acuan Genshin.

• H3: Penuh puzzle yang seru dan menantang.

Kekurangan Zelda:

• H3: Harganya premium (sekitar $69.99 untuk setiap game).

• H3: Combat-nya lebih lambat dan berbasis fisika, enggak ada sistem party kayak Genshin.

• H3: Ceritanya lebih minim dialog dan cutscene.

Tips: Ini adalah game yang mirip Genshin Impact tapi offline yang essential buat semua penggemar Genshin Impact.

Cek juga: Kenapa LoL Lebih Populer dari Dota 2?

4. Zenless Zone Zero: Game Hack and Slash Mirip Genshin Impact yang Ngebut

Zenless Zone Zero (ZZZ) adalah game terbaru dari HoYoverse yang rilis Juli 2024. Kalau Genshin Impact itu fantasy open-world, ZZZ ini urban fantasy dengan estetika analog retro yang keren.

ZZZ ini mungkin yang paling menghargai waktu kita di antara semua game HoYoverse. Kenapa? Karena dia enggak peduli kita harus grinding tugas-tugas kecil dalam waktu lama. Ini dirancang buat kita main dalam sesi-sesi singkat, sekitar 30 menit gitu.

Perbedaannya dengan Genshin, ZZZ itu enggak punya dunia terbuka (Teyvat) yang vibrant. ZZZ ini lebih fokus ke misi-misi linear, dan eksplorasi terbatas di area hub kayak New Eridu.

Namun, combat-nya itu loh, hack-and-slash yang stylish dan cepat banget. Daripada action RPG open-world Genshin yang lebih terstruktur, ZZZ lebih tentang mendekat ke musuh dan kasih damage sebanyak mungkin dengan gaya yang oke. Karakter-karakternya juga disebut Agent, dan kita harus milih tiga Agent buat ngebentuk tim yang seimbang.

Kelebihan ZZZ:

• H3: Pacing cerita yang jauh lebih cepat.

• H3: Combat hack-and-slash yang super flashy dan responsif.

• H3: Menghargai waktu pemain, cocok buat burst session.

• H3: Desain karakter S-rank-nya banyak dirilis setiap patch.

Kekurangan ZZZ:

• H3: Bukan open-world, lebih ke misi linear instanced.

• H3: Gacha system-nya lebih mahal untuk mengamankan C6R5 dibanding Genshin atau WuWa (walaupun dia ngasih pull paling banyak).

Tips: Kalau kamu cuma suka action Genshin tapi males jalan-jalan dan grind material berulang, ZZZ ini jawaban buat sesi ngebut yang singkat.

5. Tower of Fantasy: Game Mirip Genshin Impact Versi MMORPG Sci-Fi

Tower of Fantasy (ToF) ini bisa dibilang yang paling berani menantang Genshin Impact di awal rilisnya. Game ini adalah open-world action RPG dengan visual gaya anime, combat real-time, dan sistem gacha yang pasti terasa familier buat player Teyvat.

Tapi, ToF punya twist sci-fi. Di sini, kita lari-lari bukan cuma pakai pedang dan sihir, tapi pakai senjata futuristik, jetpack, dan motor. Eksplorasinya mirip Genshin: bisa manjat, meluncur (gliding).

Yang paling membedakan ToF adalah fitur MMO-nya. Dia punya shared world, PvP, co-op raids, dan event real-time yang membuat nuansa online-nya kuat banget. Genshin Impact itu hanya bisa co-op terbatas, nah ToF ini lebih ke full online experience.

Selain itu, kamu enggak perlu pakai karakter yang udah ditentukan dari awal. Di ToF, kamu bisa bikin dan customize karakter kamu sendiri. Sistem gacha-nya lebih fokus ke mengumpulkan senjata, bukan karakternya, meskipun senjata itu datang bareng karakter hologram yang disebut Simulacra.

Kelebihan ToF:

• H3: Fitur kustomisasi karakter yang mendalam dari awal.

• H3: Fokus ke elemen MMO: multiplayer, raid, PvP.

• H3: Combat real-time dan flashy, traversal-nya dinamis dengan jetpack.

Kekurangan ToF:

• H3: Vibe MMO-nya kadang bikin grinding-nya terasa berat.

• H3: Beberapa player merasa writing-nya kurang memuaskan.

Tips: Kalau kamu suka game yang mirip Genshin Impact tapi pengen lebih banyak interaksi sama pemain lain, vibe sci-fi, dan ada co-op, ToF bisa kamu coba.

Cek juga: Deretan Game Mirip Growtopia Terbaik

6. Honkai Impact 3rd: Game Mirip Genshin Impact untuk HP Kentang

Sebelum ada Genshin Impact dan Honkai: Star Rail, MiHoYo udah punya Honkai Impact 3rd (HI3) yang rilis tahun 2016. Kalau HSR itu turn-based, HI3 ini adalah RPG tradisional dengan mekanik gacha yang pace-nya jauh lebih cepat dari Genshin.

Combat-nya itu murni hack-and-slash di arena yang ketat, melawan boss yang gede dan kuat. Jadi, enggak ada lari-lari nyasar atau eksplorasi open-world di awal permainan. Ini cocok buat yang mau fokus ke task tanpa harus sidetracked.

Karena sistemnya lebih ke misi linear, kamu akan lebih banyak fokus ke kombinasi skill dan tim kamu. Kita rekomen banget ini buat kamu yang cari game mirip genshin impact untuk hp kentang yang lama. Kenapa? Karena dia udah lama banget di mobile (iOS, Android, PC), jadi optimasinya jauh lebih stabil buat perangkat yang speknya enggak terlalu baru. Meskipun belakangan (ekspansi Part 2 dari 2024) udah ada open world terbatas yang bisa dieksplorasi kalau kamu udah main jauh.

Kelebihan HI3:

• H3: Paced-nya super cepat, fokus ke hack-and-slash murni di arena.

• H3: Struktur misinya linear, jadi kamu tahu pasti apa tugas yang harus diselesaikan.

• H3: Cocok buat yang pengen break dari sistem open-world Genshin.

Kekurangan HI3:

• H3: Dunia terbukanya baru ada di bagian cerita yang lebih jauh.

• H3: Vibe-nya mungkin terasa lebih “lama” dibanding game HoYoverse yang baru.

Tips: Kalau kamu udah capek sama Genshin Impact dan mau sesuatu yang lebih tradisional, HI3 ini bisa jadi pilihan buat refreshing break.

Granblue Fantasy: Relink ini adalah contoh terbaik kalau Genshin Impact memutuskan buat jadi game premium. Game yang rilis Februari 2024 ini berani banget pindah dari sistem gacha (yang jadi asal-usulnya) ke pengalaman premium yang dijual $59.99.

Di sini, enggak ada paywall, enggak ada karakter yang dikunci di belakang gacha. Kita beli sekali, terus bisa main dari awal sampai akhir. Ceritanya juga enggak terlalu panjang, cuma butuh sekitar 20–25 jam buat menamatkan ceritanya. Ini beda banget sama Genshin yang bisa ngambil waktu kita berbulan-bulan.

Relink ini mission-based, bukan open-world seperti Genshin. Tapi, dia punya party system dan real-time combat yang fantastis. Kita bisa unlock 15+ karakter yang punya gaya bertarung berbeda, hanya dengan menggunakan Crewmate Cards (semacam versi non-gacha dari pull karakter).

Kelebihan Granblue Fantasy: Relink:

• H3: Pengalaman premium tanpa unsur gacha dan paywall.

• H3: Combat real-time action yang luar biasa.

• H3: Roster karakter yang luas bisa di-unlock tanpa harus pull.

Kekurangan Granblue Fantasy: Relink:

• H3: Tidak open-world, fokus ke misi yang harus diselesaikan.

• H3: Berbayar penuh (premium).

Tips: Buat kamu yang cinta sama action dan party system Genshin tapi game yang mirip Genshin Impact tapi premium dan mau grinding tanpa Resin, Relink ini bisa jadi pilihan yang menghormati waktu kita.

Cek juga: 10 Game Mirip Minecraft yang Bisa Mabar Bareng Temen

8. Immortals Fenyx Rising: Game yang Mirip Genshin Impact dengan Humor Dewa Yunani

Game dari Ubisoft ini sering banget disandingkan sama Genshin Impact dan Zelda BOTW. Immortals Fenyx Rising ini murni open-world action RPG yang mengambil latar Mitologi Yunani.

Vibe eksplorasinya mirip banget Genshin: kita main sebagai Fenyx, karakter yang bisa di-customize, terus kita bisa gliding, climbing, dan menyelesaikan puzzle di region-region yang dikuasai dewa-dewa Yunani. Combat-nya juga real-time, cepat, dan flashy, pakai pedang, panah, dan kekuatan dewa yang keren.

Yang bikin Immortals unik adalah tone-nya. Game ini lucu, ringan, dan penuh narasi yang konyol. Kalau Genshin itu serius sama lore dan cutscene-nya, Immortals ini lebih kayak film kartun yang lagi ngebanyol tentang dewa-dewa.

Meskipun enggak pakai sistem gacha (ini game berbayar), ia berhasil menyajikan rasa kebebasan eksplorasi dan hack-and-slash yang bikin penggemar Genshin Impact betah.

Kelebihan Immortals Fenyx Rising:

• H3: Open-world yang vibrant dan menarik, penuh puzzle ala Zelda/Genshin.

• H3: Combat hack-and-slash yang menyenangkan dan mudah diakses.

• H3: Nggak gacha dan punya pace yang bagus, enggak bikin kita cepat bosan.

Kekurangan Immortals Fenyx Rising:

• H3: Humornya mungkin enggak cocok buat semua orang (subjektif).

• H3: Ini game premium (berbayar).

Perbandingan: Kalau kamu suka eksplorasi dan combat Genshin tapi pengen cerita yang lebih ringan dan kocak, Immortals ini bisa banget kita coba.

9. Reverse: 1999: Game Mirip Genshin Impact untuk HP Kentang (Tactical & Story)

Buat yang suka gacha tapi HP kita speknya agak kentang dan enggak kuat main open-world yang berat, coba deh lirik Reverse: 1999. Game ini rilis Mei 2023 dan adalah free gacha game yang fokusnya ke cerita.

Yang bikin game ini mirip Genshin adalah kualitas story-nya. Writing dan voice acting-nya top-notch. Kita diajak ke narasi yang menarik di dunia fantasi urban.

Tapi bedanya, Reverse: 1999 ini enggak open-world. Misi-misinya cuma berlangsung di stage 2D. Combat-nya juga unik, dia pakai mekanik card-shuffling yang bikin battle-nya jadi lebih santai dan taktis. Di sini, min-maxing itu enggak terlalu penting; yang penting adalah perencanaan yang cerdas.

Karena dia enggak punya dunia 3D masif yang harus di-render, game yang mirip Genshin Impact untuk hp kentang ini bisa jadi solusi.

Kelebihan Reverse: 1999:

• H3: Storytelling dan voice acting-nya juara, salah satu yang terbaik di genre gacha.

• H3: Combat card-shuffling yang unik, butuh taktik, terasa lebih santai.

• H3: Ringan dimainkan di mobile karena berbasis 2D stages.

Kekurangan Reverse: 1999:

• H3: Bukan open-world (linear 2D stages).

• H3: Harus unlearn semua kebiasaan real-time action Genshin.

Tips: Kalau kamu cari gacha yang free-to-play dan fokus ke naratif, tapi mau gameplay yang taktis tanpa harus mikir Genshin Elemental Reaction atau skill-timing WuWa, ini pas banget.

10. Palworld: Game Mirip Genshin Impact yang Punya Rasa Gacha dari Collecting

Palworld, yang rilis Januari 2024, ini unik. Ini adalah open-world survival game. Kamu pasti bingung kan, Genshin Impact Action RPG, Palworld Survival? Tapi ada irisan yang bikin game ini masuk list game yang mirip Genshin Impact.

Visual game-nya terasa seperti perpaduan Genshin Impact dengan Pokemon. Yang paling penting, game ini punya elemen gacha-like yang kuat. Palworld ini tentang mengumpulkan Pal (makhluk mirip Pokemon) yang punya trait dan kemampuan unik. Cara kita dapat Pals? Salah satunya dari hatching eggs yang hasilnya itu random (ada trait positif dan negatif).

Mekanik “tarikan acak” ini bikin Palworld terasa punya kualitas gacha. Kita enggak bisa pakai uang nyata buat beli Pals itu, tapi rasa penasaran dan randomness-nya itu mirip gacha.

Kelebihan Palworld:

• H3: Open-world survival yang masif dengan banyak hal yang harus di-craft.

• H3: Ada elemen collecting Pals yang hasilnya acak, seru buat yang suka gacha.

• H3: Grafisnya menarik, perpaduan vibe Genshin dan Pokemon.

Kekurangan Palworld:

• H3: Ini game premium (berbayar $29.99).

• H3: Fokus utama adalah survival dan base building, bukan story seperti Genshin.

Tips: Palworld ini cocok buat player Genshin yang pengen main game open world yang lebih berfokus ke collecting makhluk dan elemen survival yang lebih dewasa.

Baca juga: Timeline Metal Gear Terlengkap: Alur Cerita Game yang Bikin Pusing

11. The Legend of Zelda: Tears of the Kingdom: Versi Upgrade-nya BOTW, Inspirasi Utama Genshin

Kita harus mention lagi nih si Zelda, tapi kali ini fokus ke sekuelnya, Tears of the Kingdom (TOTK). Kenapa game ini harus masuk list game yang mirip Genshin Impact? Karena Genshin Impact ini memang mengambil sistem combat-nya langsung dari Zelda BOTW/TOTK.

TOTK ini upgrade besar dari pendahulunya. Nintendo menambahkan dunia Hyrule yang lebih besar untuk dijelajahi, plus kemampuan baru yang luar biasa, terutama sistem building yang bisa kita pakai buat bikin alat atau kendaraan dari perangkat Zonai.

Game ini adalah must-play kalau kamu suka open-world Genshin. Beda utama dari Genshin, combat-nya mungkin enggak terasa sama, tapi semangat eksplorasi dan rasa penasaran yang didorong game ini itu pure banget.

Kelebihan TOTK:

• H3: Sistem building yang revolusioner, membuka banyak kemungkinan kreativitas.

• H3: Dunia yang padat konten, bahkan lebih dari BOTW.

• H3: Open-world murni tanpa gacha.

Kekurangan TOTK:

• H3: Harganya premium.

• H3: Combat-nya enggak punya sistem party dan elemental reaction Genshin.

Tips: Kalau kamu cari game yang mirip Genshin Impact tapi offline dan yang paling bisa membangkitkan rasa penjelajah, TOTK ini the real deal.

12. Xenoblade Chronicles 3: Game JRPG Mirip Genshin Impact yang Penuh Feels

Kalau kamu jatuh cinta sama Genshin Impact karena lore yang dalam, dunia yang masif, dan ikatan karakter yang emosional, Xenoblade Chronicles 3 itu bisa kena banget di hati kita.

Game ini lebih ke arah JRPG tradisional, tapi punya dunia terbuka (zona yang terhubung luas) yang masif. Ceritanya itu berlapis-lapis, dramatis, dan membahas tema perang, identitas, sampai filosofis. Karakter-karakter di party kamu juga punya bond yang kuat.

Sistem combat-nya real-time hybrid. Karakter bisa auto-attack, tapi kita harus atur timing skill, posisi, dan koordinasi combo. Jadi, meskipun enggak sama persis dengan action Genshin, ini masih sangat taktis dan memuaskan. Kita akan mengontrol party yang cukup besar, yang membuat dinamika timnya mirip Genshin.

Kelebihan Xenoblade Chronicles 3:

• H3: Cerita yang emosional, dalam, dan fokus ke pengembangan karakter yang kuat.

• H3: Dunia yang besar banget, butuh investasi waktu yang lumayan.

• Combat yang taktis dan memuaskan, penuh momen “wah”.

Kekurangan Xenoblade Chronicles 3:

• H3: Ini game premium (berbayar).

• H3: Combat-nya lebih mengarah ke JRPG, bukan hack-and-slash murni.

Tips: Genshin itu bikin kita jatuh cinta sama karakternya. Kalau kamu cari game yang bisa kasih rasa keterikatan karakter dan big theme yang sama, Xenoblade 3 wajib dicoba.

13. Metaphor: ReFantazio: JRPG Premium Mirip Genshin Impact dengan Art Style Keren

Metaphor: ReFantazio ini rilis Oktober 2024 dan langsung dapat pujian tinggi, bahkan ada yang ngasih review sempurna. Game ini adalah JRPG premium tanpa elemen gacha.

Kenapa dia masuk list game yang mirip Genshin Impact? Karena developer-nya sendiri terinspirasi dari desain Genshin Impact dan Zelda: Breath of the Wild saat bikin art style Metaphor. Selain itu, inti dari game ini adalah misteri, politik, dan eksplorasi dunia Euchronia yang sangat menarik.

Kalau kamu suka menjelajahi Teyvat dan mengungkap rahasia yang tersembunyi, kamu mungkin akan tertarik banget sama dungeon dan rahasia yang ada di Metaphor. Ini adalah game yang fokus banget pada naratif yang terjalin erat dengan mekanik gameplay-nya.

Kelebihan Metaphor: ReFantazio:

• H3: Art style-nya terinspirasi Genshin dan Zelda, sangat kreatif.

• H3: Narasi, misteri, dan politik di dalamnya sangat menarik.

• H3: Game premium tanpa unsur gacha.

Kekurangan Metaphor: ReFantazio:

• H3: Harganya premium ($69.99).

• H3: Ini JRPG klasik, bukan open-world action yang sama dengan Genshin.

Tips: Kalau kamu menghargai Genshin karena presentasi visual dan lore-nya yang dalam, Metaphor menawarkan pengalaman premium dengan inspirasi visual yang sama.

14. Ni no Kuni: Cross Worlds: Game Mirip Genshin Impact dengan Vibe Studio Ghibli

Kalau Genshin Impact bikin kita betah karena visualnya yang indah dan vibe-nya yang fantasi anime, Ni no Kuni: Cross Worlds ini adalah mimpi yang jadi kenyataan bagi penggemar Ghibli.

Visual game ini levelnya udah kayak Studio Ghibli, animasi dan dunianya benar-benar memukau. Kita bisa buat karakter sendiri dan menjelajahi dunia fantasi yang luas.

Game ini punya real-time combat, mounts, PvE raids, dan PvP modes, mainnya kayak MMORPG. Ada juga sistem Familiar (makhluk peliharaan) yang terasa kayak Genshin punya elemental companion, tapi jauh lebih imut dan bisa dikoleksi.

Kelebihan Ni no Kuni: Cross Worlds:

• H3: Visual dan animasi setara Studio Ghibli, indah banget.

• H3: Pengalaman yang lebih sosial karena ini MMORPG.

• H3: Punya sistem Familiar yang lucu dan bisa dikoleksi.

Kekurangan Ni no Kuni: Cross Worlds:

• H3: Combat-nya mungkin enggak sedalam Genshin Impact.

• Vibe-nya lebih ke MMO sosial daripada solo adventure yang didominasi Genshin.

15. Sky: Children of the Light: Game Mirip Genshin Impact yang Paling Damai

Mencari game yang mirip Genshin Impact tapi enggak ada combat yang rusuh? Sky: Children of the Light dari Thatgamecompany ini jawabannya. Game ini dirilis Juli 2019.

Sama seperti Genshin, Sky punya dunia terbuka yang indah untuk dieksplorasi. Ceritanya tentang kerajaan yang runtuh, dan tugas kita adalah melepaskan roh-roh kuno supaya mereka bisa pulang. Sky ini murni action-free dan fokusnya buat memunculkan respons emosional pada player.

Mekanik gacha-nya ada, tapi berupa in-game currency buat mendapatkan item, kemampuan, atau hadiah. Bagian sosialnya kuat banget, kita bisa berteman dengan player lain dan saling kirim hadiah.

Kelebihan Sky: Children of the Light:

• Open-world yang indah, memberikan pengalaman damai dan bebas dari action.

• H3: Komponen sosialnya kuat, bisa berinteraksi dan berteman dengan player lain.

• H3: Gratis dimainkan (free-to-play).

Kekurangan Sky: Children of the Light:

• Kontennya mungkin tidak sebanyak Genshin, lebih cocok buat dimainkan sesekali.

• Tidak ada action atau combat sama sekali.

Tips: Ini adalah sidegrade yang bagus buat penggemar Genshin Impact yang lagi pengen healing dan pengalaman yang lebih tenang.

Cek juga: Daftar HP Chipset MediaTek Dimensity 9300, Performa Flagship Tanpa Kompromi

Kesimpulan

Gimana, banyak kan pilihan game yang mirip Genshin Impact yang bisa kita coba? Kita udah lihat ada yang real-time action, ada yang turn-based, ada yang offline, bahkan ada yang udah enggak gacha lagi. Semua game ini mencoba mengisi kekosongan yang ditinggalkan Teyvat.

Buat Pemula / Santai: Kita rekomen banget Honkai: Star Rail. Kenapa? Karena dari developer yang sama (HoYoverse), art style-nya udah pasti bagus, dan grind-nya lebih santai. Adanya auto-battle juga membantu banget buat yang low-commitment. Atau kalau kamu cari game mirip genshin impact untuk hp kentang yang ringan, Reverse: 1999 dengan combat taktis 2D-nya oke banget.

Buat yang Pro / Cari Challenge: Jelas harus coba Wuthering Waves. Combat-nya itu tantangan besar. Dijamin kamu bakal belajar banyak timing dan refleks. Kalau skill kamu udah dewa, mungkin Zenless Zone Zero juga pas buat sesi ngebut yang singkat, fokus ke action hack-and-slash murni.

Udah enggak usah mikir lagi deh. Dunia di luar Teyvat itu luas. Jangan biarin Steam, Epic Games, atau App Store kita sepi gitu doang. Coba deh download salah satu dari list ini, siapa tahu kamu nemu obsesi baru!

FAQ

Adakah game yang mirip Genshin Impact tapi offline yang bagus?

Zelda: Breath of the Wild atau Tears of the Kingdom. Meskipun premium dan di Nintendo Switch, ini adalah inspirasi utama Genshin, dan pengalaman open world offline-nya murni tanpa gacha. Kamu bisa menjelajah sesuka hati.

Mana yang paling f2p friendly (ramah pemain gratis)?

Secara hitungan pull mata uang in-game (tanpa Welkin/BP), Wuthering Waves terlihat paling unggul dalam hal potensi guarantee karakter atau senjata per patch dibanding game HoYoverse lain (Genshin, HSR, ZZZ). WuWa juga menguntungkan karena weapon banner-nya guaranteed.

Apakah Wuthering Waves lebih baik dari Genshin Impact?

WuWa itu pesaing terdekat Genshin. Genshin Impact saat ini unggul di cerita, musik, dan immersion dunia yang sudah mapan (apalagi Genshin udah 4 tahun berjalan). Tapi WuWa menang di combat yang lebih skill-based dan sistem Echoes yang unik. Keduanya punya potensi besar, tapi WuWa punya keuntungan sebagai game yang lebih baru.

Apakah Genshin Impact termasuk gacha?

Iya, Genshin Impact adalah Action RPG yang menggunakan model gacha. Model gacha ini berasal dari mesin gachapon Jepang dan menggunakan mekanisme hadiah acak (RRM) yang mirip loot box, yang bisa memicu perilaku gambling.

Ada enggak game yang mirip Genshin tapi benar-benar enggak pakai gacha?

Ada. Kalau mau premium, kamu bisa coba Granblue Fantasy: Relink, Immortals Fenyx Rising, atau seri Xenoblade Chronicles. Bahkan ada game yang akan datang, Duet Night Abyss, yang memutuskan untuk menghapus semua elemen gacha-nya (termasuk star rating dan banner) supaya lebih consumer-friendly.

Prepared by:

Share: