Kalau ada satu franchise game yang punya alur cerita paling gila, paling ruwet, tapi juga paling disayangi di dunia gaming, ya ini dia, Metal Gear.
Bayangkan, saga game stealth action ini sudah ada selama lebih dari 30 tahun, merentang melintasi prekuel dan sekuel yang kadang-kadang saling bertentangan, atau kita sebut saja retcon.
Memahami timeline Metal Gear itu seperti mencoba menyatukan kembali kepingan puzzle yang beberapa kepingnya hilang, beberapa kepingnya dibentuk ulang, dan beberapa kepingnya lagi sebenarnya adalah ilusi yang ditanamkan oleh AI super rahasia! Bingung? Tenang, kamu tidak sendirian. Tapi justru di situlah letak keistimewaannya, kan?
Artikel ini akan menjadi panduan super lengkap untuk memahami timeline inti dari seri Metal Gear, dari awal abad ke-20 hingga akhir saga. Siapkan kopi, karena ini akan menjadi perjalanan yang panjang, penuh pengkhianatan, kloning, dan tentu saja, Metal Gear!
Memahami Kekacauan Kronologis Game vs. Alur Cerita

Seringkali, pemain baru bertanya, “Harusnya aku main dari mana, ya?”. Ini adalah pertanyaan klasik, karena cara game ini dirilis sama sekali tidak sesuai dengan urutan kronologis ceritanya. Jika kamu adalah pemain baru, dengarkan saran universal dari hampir setiap penggemar Metal Gear: jangan mainkan secara kronologis untuk pertama kali.
Baca juga: 10+ Artis Hollywood yang Nongol di Death Stranding 2: On the Beach
Mengapa Urutan Rilis Selalu Direkomendasikan?
Kenapa harus ikut urutan rilis? Sederhana: Metal Gear dirancang untuk dinikmati seperti itu. Setiap game, meskipun merupakan prekuel (seperti MGS3 atau Peace Walker), dibangun di atas asumsi bahwa kamu sudah tahu informasi dan twist dari game sebelumnya.
Misalnya, kita diperkenalkan pada karakter tertentu di MGS1 dan MGS2, dan melihat versi muda mereka di MGS3. Dampak dan resonansi emosionalnya akan hilang jika kamu tidak mengenal versi dewasanya dulu.
Atau bayangkan jika kamu memulai dengan Metal Gear Solid 3, di mana kamu belajar asal usul Big Boss, dan baru kemudian bermain MGS1, di mana kamu bertemu karakter-karakter yang menjadi cameo di MGS3 sebagai versi yang lebih muda. Itu tidak akan terasa sama, lho. Urutan rilis (1987-2015) adalah cara terbaik untuk merasakan bagaimana cerita ini dimaksudkan untuk terungkap.
Jadwal Kronologis Utama (Menurut Cerita)
Meskipun urutan rilis disarankan untuk pengalaman pertama, untuk tujuan penelitian dan pemahaman lore, urutan kronologis (berdasarkan tahun cerita terjadi di dunia Metal Gear) adalah kuncinya.
Detail Kronologi Utama (Tabel Tahun)
Berikut adalah kronologi utama dari game Metal Gear dan spin-off besar, berdasarkan tahun di dalam semesta game:
| Tahun Cerita | Judul Game | Karakter Utama | Keterangan |
|---|---|---|---|
| 1964 | Metal Gear Solid 3: Snake Eater (Delta) | Naked Snake (Big Boss) | Operation Snake Eater. |
| 1970 | Metal Gear Solid: Portable Ops | Big Boss/Naked Snake | Kanonitas diperdebatkan. |
| 1974 | Metal Gear Solid: Peace Walker | Big Boss | Militaires Sans Frontières (MSF). |
| 1975 | Metal Gear Solid V: Ground Zeroes | Big Boss | Prologue ke The Phantom Pain. |
| 1984 | Metal Gear Solid V: The Phantom Pain | Venom Snake/Big Boss | Lahirnya Diamond Dogs. |
| 1995 | Metal Gear | Solid Snake | Shadow Moses Incident. |
| 1999 | Metal Gear 2: Solid Snake | Solid Snake | Zanzibar Land Incident. |
| 2005 | Metal Gear Solid | Solid Snake | Shadow Moses Incident. |
| 2007/2009 | Metal Gear Solid 2: Sons of Liberty | Solid Snake/Raiden | Tanker and Big Shell Incidents. |
| 2014 | Metal Gear Solid 4: Guns of the Patriots | Solid Snake (Old Snake) | Perang PMC dan akhir The Patriots. |
| 2018 | Metal Gear Rising: Revengeance | Raiden | Kanonitas diperdebatkan. |
Akar Legenda: Era Big Boss (1964–1984)
Kisah epik ini sebenarnya dimulai jauh sebelum tahun 1964, dengan pembentukan The Philosophers pada tahun 1918 oleh sekelompok orang paling berkuasa dari AS, Uni Soviet, dan Cina. Mereka mengumpulkan dana tak terbatas yang disebut The Philosophers’ Legacy. Tapi seiring berjalannya waktu, kelompok itu menjadi korup. Inilah latar belakang konflik yang membentuk Big Boss.
Baca juga: 20 Game Triple A Terbaik Buat Awal Tahun 2025
MGS 3: Snake Eater (1964): Pengorbanan Sang Mentor

Pada tahun 1964, CIA mengirim agen Naked Snake (yang kemudian dikenal sebagai Big Boss) ke Soviet. Misi awalnya adalah menyelamatkan ilmuwan Rusia, Sokolov, dan menghancurkan senjata super Soviet, Shagohod. Namun, misi ini dengan cepat berubah menjadi mimpi buruk ketika mentor Snake, The Boss, membelot ke pihak musuh, Kolonel Volgin.
Yang paling penting, di sini kita melihat momen ikonik di mana Big Boss kehilangan matanya. Menurut manual Metal Gear 2, dia kehilangan mata di akhir 1980-an. Tapi MGS3 merevisi lore ini (retcon), menunjukkan bahwa Naked Snake ditembak matanya secara tidak sengaja oleh Ocelot pada tahun 1964.
Puncak ceritanya adalah Operasi Snake Eater, di mana Naked Snake kembali menyusuri hutan Soviet dengan beragam kamuflase uniknya di dalam tas messenger tactical yang dia pakai, di ujung misi dipaksa untuk membunuh mentornya, The Boss, untuk mencegah perang nuklir. Setelah menjalankan misi yang menghancurkan jiwanya, Snake dianugerahi gelar Big Boss.
Kemudian terungkap, pengkhianatan The Boss sebenarnya adalah pengorbanan yang diperintahkan oleh AS untuk mengamankan Philosopher’s Legacy dan membuktikan bahwa AS tidak bersalah dalam insiden nuklir Volgin. The Boss mati sebagai pengkhianat demi negaranya.
Cek juga: Timeline Game Mass Effect dari Awal Sampai Akhir
Era Pasca-The Boss: Lahirnya Cipher (The Patriots)
Setelah 1964, Big Boss, Major Zero, Ocelot, EVA, dan beberapa orang lainnya yang terlibat dalam misi Snake Eater, berkumpul dan membentuk kelompok baru, yang awalnya bertujuan untuk mewujudkan visi The Boss tentang dunia yang bersatu. Kelompok ini kemudian dikenal sebagai The Patriots, atau Cipher.
Namun, Big Boss dan Major Zero mulai memiliki pandangan yang berbeda tentang bagaimana warisan The Boss harus dijalankan. Zero mulai memuja Big Boss sebagai “pahlawan legendaris” dan menggunakannya sebagai boneka propaganda. Merasa dikendalikan, Big Boss akhirnya meninggalkan Cipher dan memilih untuk mendirikan pasukannya sendiri: Militaires Sans Frontières (MSF).
MGS: Portable Ops (1970) dan Kanon yang Diperdebatkan
Pada tahun 1970, Big Boss ditangkap dan disiksa oleh unit FOX yang membangkang, dipimpin oleh Gene. Bekerja sama dengan Roy Campbell, Big Boss menghancurkan unit pemberontak ini dan Metal Gear Raxa. Portable Ops dikembangkan sebagai entri kanon dengan dukungan Hideo Kojima, tetapi kemudian Kojima sendiri mempertanyakan kanonitasnya, dengan alasan ia hanya menganggap game yang ia tulis dan sutradarai sebagai kanon mutlak.
Cek juga: Kronologi Terlengkap Cerita Silent Hill (SH) yang Mengerikan
MGS: Peace Walker (1974): Militaires Sans Frontières dan Metal Gear ZEKE

Pada tahun 1974, MSF (Big Boss dan Kazuhira Miller) dikirim ke Kosta Rika untuk menyelidiki kelompok yang membangun Metal Gear Peace Walker. Peace Walker adalah benteng bergerak yang dapat meluncurkan hulu ledak nuklir secara otonom, dikendalikan oleh kecerdasan buatan (AI) yang didasarkan pada kepribadian The Boss.
Big Boss berhasil menghentikan ancaman nuklir tersebut, tetapi pada akhirnya, MSF dikhianati oleh Paz (agen Cipher). Setelah insiden ini, Big Boss secara resmi menyatakan dirinya sebagai Big Boss, meninggalkan nama Naked Snake. Ia kemudian mendirikan militer independen yang akan bertarung demi kepentingan mereka sendiri, tanpa dieksploitasi oleh pemerintah: Outer Heaven.
MGS V: The Phantom Pain (1984): Phantom dan Identitas Venom Snake

Setelah serangan XOF pimpinan Skull Face di Mother Base pada tahun 1975 (Ground Zeroes), Big Boss dan seorang medis koma selama sembilan tahun.
Pada tahun 1984, Major Zero telah merancang rencana rahasia untuk melindungi Big Boss yang asli. Zero menggunakan hipnoterapi dan bedah plastik untuk mengubah medic menjadi tiruan mental dan fisik Big Boss, yang dikenal sebagai Venom Snake. Venom Snake adalah “phantom” atau bayangan, yang bertindak sebagai Big Boss publik, sementara Big Boss yang asli bersembunyi.
Venom Snake membangun Diamond Dogs, yang kemudian diserap ke dalam Outer Heaven yang dibangun oleh Big Boss asli. Kita pun akhirnya tahu, Venom Snake, yang merupakan Big Boss yang kita mainkan di The Phantom Pain, adalah seorang pria yang menulis sejarahnya sendiri, meskipun sebagai double dari legenda.
Baca juga: 15 Game Simulasi Terbaik di Android
Era Solid Snake (1995–2014)
Timeline kemudian melompat ke masa depan, dari prekuel ke sekuel yang menampilkan anak-anak kloning Big Boss: Solid Snake, Liquid Snake, dan Solidus Snake, yang merupakan hasil dari proyek rahasia Cipher, Les Enfants Terribles.
Metal Gear (1995) & Metal Gear 2 (1999): Outer Heaven dan Zanzibar Land

Pada tahun 1995, Big Boss yang asli kembali memimpin FOXHOUND untuk memberi kesan bahwa dia setia kepada AS, sementara diam-diam dia memimpin negara militernya sendiri, Outer Heaven, di Afrika Selatan. AS mengirim agen pemula, Solid Snake, untuk menyusup dan menghancurkan Metal Gear TX-55. Solid Snake, yang tidak tahu Big Boss adalah ayah biologisnya, berhasil mengalahkan Venom Snake (yang dia yakini adalah Big Boss) dan menghancurkan Outer Heaven.
Big Boss yang asli selamat dan mundur ke Timur Tengah. Pada tahun 1999, Big Boss membangun negara militer kedua, Zanzibar Land, dan menculik ilmuwan OILIX, Dr. Kio Marv. Solid Snake kembali beraksi di bawah komando Roy Campbell. Di Zanzibar, Snake bertarung dan membunuh Big Boss (yang asli) untuk kedua kalinya, menggunakan alat improvisasi. Tubuh Big Boss kemudian diselamatkan oleh The Patriots dan disimpan dalam kondisi koma.
MGS 1: Shadow Moses (2005): Virus FOXDIE dan Klon Inferior

Pada tahun 2005, Solid Snake dipanggil kembali dari masa pensiun untuk menangani pemberontakan FOXHOUND di Pulau Shadow Moses, Alaska. Pemberontakan dipimpin oleh klon Big Boss, Liquid Snake, yang menuntut mayat Big Boss dikembalikan, mengancam akan meluncurkan Metal Gear REX.
Snake disuntik dengan virus FOXDIE yang dirancang untuk membunuh target tertentu (Liquid Snake, Decoy Octopus, dll.) berdasarkan DNA mereka. Liquid percaya ia adalah klon inferior yang hanya mewarisi gen resesif Big Boss, sementara Solid Snake adalah klon superior. Namun, ini kemudian terbukti salah: Solid Snake-lah yang mewarisi gen resesif.
Snake berhasil menghentikan Metal Gear REX. Liquid Snake kemudian meninggal karena FOXDIE, sebuah virus yang dibawa oleh Solid Snake.
MGS 4: Guns of the Patriots (2014): Akhir Perang dan Warisan The Boss

Pada tahun 2014, dunia dikuasai oleh Private Military Companies (PMC) yang bergantung pada nanomachines yang dikendalikan oleh sistem AI The Patriots. Solid Snake, yang menderita penuaan dipercepat (efek samping proyek kloning), dipanggil kembali sebagai Old Snake untuk memburu Liquid Ocelot. Liquid Ocelot, yang menggunakan hipnoterapi dan nanomachines untuk meniru Liquid Snake, bertujuan untuk menghancurkan sistem AI The Patriots.
Setelah pertempuran epik antara Metal Gear REX (dipilot oleh Solid Snake) dan Metal Gear RAY (dipilot oleh Liquid Ocelot), Solid Snake berhasil mengunggah virus (FOXALIVE) ke dalam AI inti The Patriots, menghancurkan sistem AI global.
Pada klimaks yang mengharukan, Big Boss yang asli, tubuhnya direkonstruksi menggunakan sisa-sisa Solidus Snake; muncul dan menjelaskan segalanya kepada Solid Snake. Ia menjelaskan bahwa Zero-lah yang membiarkan AI mengambil alih, menjauhkan diri dari visi The Boss yang asli tentang dunia yang damai. Big Boss mematikan alat bantu hidup Major Zero (yang telah koma karena parasit). Big Boss kemudian meninggal di pelukan putranya karena strain baru virus FOXDIE yang dibawa oleh Solid Snake. Ini mengakhiri saga utama Big Boss dan Solid Snake.
Spin-off, Retcon, dan Kanonitas
Tidak semua game Metal Gear duduk rapi di dalam timeline inti, dan bahkan timeline inti itu sendiri sering berubah.
Metal Gear Rising: Revengeance (2018): Setelah Era Solid Snake

Game ini terjadi empat tahun setelah Guns of the Patriots. Protagonisnya adalah Raiden, yang kini menjadi ninja cyborg dan bekerja untuk PMC. Meskipun Revengeance dianggap spin-off, ia terjadi setelah MGS4 di kronologi cerita, berfokus pada kelanjutan tema ekonomi perang dan nanomachines. Kanonitasnya sering diperdebatkan, terutama oleh Kojima sendiri, yang cenderung memprioritaskan game yang ia tulis dan sutradarai.
Mengapa Metal Gear Penuh Retcon?
Retcon (retroactive continuity) terjadi ketika sebuah karya fiksi memperkenalkan informasi baru yang mengubah peristiwa yang sudah ditetapkan sebelumnya. Dalam seri Metal Gear, yang sudah ada selama lebih dari tiga puluh tahun dengan banyak prekuel dan sekuel, retcon adalah hal yang sering terjadi.
Beberapa retcon paling mencolok termasuk:
- Gelar “Fox”: Awalnya, karakter seperti Gray Fox dan Roy Campbell (“Chicken Fox”) menerima gelar “Fox” dari Big Boss. Namun, Metal Gear Solid kemudian menyatakan bahwa Gray Fox adalah satu-satunya anggota FOXHOUND yang mendapatkan gelar tersebut, memberikan penekanan lebih pada karakternya, tetapi mengorbankan lore Metal Gear 2.
- Mata Big Boss: Seperti yang kita bahas, kehilangan mata Big Boss diubah dari peristiwa akhir 1980-an menjadi tembakan Ocelot pada 1964.
- Identitas Venom Snake: Mungkin retcon terbesar, di mana Venom Snake (yang diyakini sebagai Big Boss di MGS5) sebenarnya adalah body double atau phantom. Ini mengubah pemahaman kita tentang peristiwa Metal Gear (1995) di mana Solid Snake membunuh “Big Boss” yang sebenarnya adalah Venom Snake.
Kesimpulan: Yang Bikin Timeline Metal Gear Spesial

Meskipun harus diakui bahwa timeline Metal Gear sangat kompleks, dengan Major Zero melawan Big Boss yang sama-sama ingin memenuhi warisan The Boss, tetapi kemudian menyerahkan visi tersebut kepada AI yang salah menafsirkannya, tapi inilah yang membuat seri ini menjadi magnum opus.
Setiap game adalah eksplorasi mendalam terhadap tema pengkhianatan, genetik, politik, dan ancaman perang nuklir global. Dari simulator infiltrasi linear di MSX hingga dunia terbuka “free infiltration” di Metal Gear Solid V, saga ini terus berkembang.
Pada akhirnya, semua chaos, twist, dan retcon ini kembali ke warisan seorang prajurit: The Boss, yang berkorban agar dunia dibiarkan sendirian (to let the world be – 魂).
Jadi, lain kali kamu bingung dengan alur cerita Ocelot, cukup ingat: apakah dia sedang menipu AI, atau apakah dia benar-benar dikuasai oleh arwahnya Liquid? Ga tau juga ya, mungkin malah keduanya, lho! Nikmatilah kekacauan ini, karena itu adalah keindahan Metal Gear.
FAQ
Apakah Metal Gear Solid: Portable Ops Benar-benar Kanon?
Kanonitas Metal Gear Solid: Portable Ops (1970) masih diperdebatkan. Meskipun dikembangkan sebagai entri kanon dengan dukungan Hideo Kojima, Kojima kemudian mempertanyakan statusnya, dengan alasan ia hanya menganggap game yang ia tulis dan sutradarai sebagai kanon pribadinya. Namun, plotnya mengisi kekosongan antara MGS3 dan Peace Walker.
Siapa Sebenarnya ‘Snake’ yang Kita Mainkan di Metal Gear (1995)?
Snake yang kita mainkan di game Metal Gear pertama (1995) adalah Solid Snake yang masih pemula. Dan “Big Boss” yang dikalahkan Solid Snake pada akhir game itu sebenarnya adalah Venom Snake, body double Big Boss yang asli. Big Boss yang asli saat itu sedang bersembunyi.
Mengapa Solid Snake Menua Begitu Cepat di MGS4?
Solid Snake menua dengan cepat di Metal Gear Solid 4 (2014) karena ia adalah produk dari proyek kloning Les Enfants Terribles. Klon-klon ini diprogram untuk mengalami penuaan dipercepat (accelerated aging). Pada saat MGS4, Solid Snake hanya punya waktu sekitar satu tahun untuk hidup.
Apa Tujuan Utama Proyek Les Enfants Terribles?
Proyek Les Enfants Terribles adalah upaya Major Zero untuk mengkloning Big Boss menggunakan DNA-nya setelah ia takut kehilangan Big Boss sebagai aset. Proyek ini menciptakan Solid Snake (gen resesif), Liquid Snake (gen dominan), dan Solidus Snake (klon sempurna, kemudian menjadi Presiden AS George Sears).
Kapan Timeline Metal Gear Solid Benar-benar Berakhir?
Saga Solid Snake dan Big Boss berakhir pada tahun 2014 dengan peristiwa Metal Gear Solid 4: Guns of the Patriots, di mana Big Boss yang asli meninggal, dan sistem AI The Patriots dihancurkan. Entri terakhir dalam kronologi cerita adalah Metal Gear Rising: Revengeance pada tahun 2018, yang berfokus pada Raiden.









