Saya punya beberapa SSD yang usianya udah lewat lima tahun, bahkan yang paling tua udah hampir satu dekade. Akhirnya, saya memutuskan buat iseng melakukan health check, penasaran apakah perangkat penyimpanan ini masih layak diandalkan atau malah waktunya pensiun.
Dua drive yang saya tes adalah SSD SATA 2.5 inci. Pertama, ada WD Blue 1TB yang terpasang di PC desktop sebagai penyimpanan sekunder.
Kedua, Samsung 850 EVO 500GB, SSD pertama saya yang sekarang udah jadi SSD eksternal DIY. Sejauh ini sih nggak ada masalah, tapi namanya barang elektronik, kita nggak pernah tahu kondisi aslinya sebelum dicek pakai tools yang tepat.
CrystalDiskInfo
Pilihan paling praktis buat cek kilat
Aplikasi pertama yang saya pakai adalah CrystalDiskInfo. Ini aplikasi gratisan yang wajib banget kamu punya kalau mau cek kondisi SSD secara instan. Dia bakal narik data S.M.A.R.T. (Self-Monitoring, Analysis, and Reporting Technology), mulai dari total data yang dibaca/tulis sampai berapa jam drive itu udah nyala. Hasilnya? Kedua SSD saya masih sehat walafiat.
WD Blue saya udah jalan sekitar 47.500 jam atau sekitar lima setengah tahun. Karena PC saya hampir nggak pernah dimatiin sejak 2020, angka ini wajar banget. Total datanya baru tertulis 28,5 TB. Mengingat batas ketahanannya (TBW) mencapai 400 TB, SSD ini masih punya umur panjang banget, kan?
Sementara itu, Samsung 850 EVO saya udah jalan 30.600 jam. Walaupun lebih tua, jam terbangnya lebih rendah karena dulu PC sering saya matikan tiap malam. Total datanya sudah tertulis 38,5 TB dari batas 150 TBW. Masih aman, meski memang lebih dekat ke batas limitnya dibanding si WD Blue.
Hard Disk Sentinel
Buat pemeriksaan yang lebih mendalam
Kalau CrystalDiskInfo dirasa kurang detail, cobalah Hard Disk Sentinel. Ada versi trial sebulan yang bisa kamu pakai. Hasilnya? Sama persis, kedua SSD saya masih oke. Menariknya, aplikasi ini nemu satu bad sector di WD Blue saya. Tapi tenang, di SSD, ini biasanya cuma blok NAND yang sudah dipensiunkan, jadi datanya sudah dipindah otomatis. Nggak perlu panik!
Saya juga sempat mencoba fitur S.M.A.R.T. self-test di sini dan hasilnya lulus semua. Intinya, SSD veteran ini masih bisa diajak kerja keras.
Tools Bawaan Produsen
Software resmi dari pabrikan
Kalau males pakai pihak ketiga, tiap produsen punya software sendiri. Ada Samsung Magician, SanDisk Dashboard, atau Kingston SSD Manager. Saya sendiri pakai SanDisk Dashboard. Kelebihannya? Bisa cek suhu secara real-time, update firmware, sampai fitur diagnostik yang lebih spesifik buat merk mereka.
Kapan harus mulai waspada?
Kalau hasil pengecekan menunjukkan status “Caution” (kuning) atau “Bad” (merah) di CrystalDiskInfo, jangan ditunda lagi. Segera backup data penting kamu! Kalau Hard Disk Sentinel juga melaporkan banyak bad sector atau sisa umur yang tinggal hitungan hari, itu tanda mutlak buat ganti SSD baru.
Ingat, SSD itu bisa rusak kapan saja tanpa peringatan. Jadi, mau hasil tesnya 100% sehat atau nggak, rutin melakukan backup data tetap hukumnya wajib, ya!









