8 Game Soulslike yang Diremehkan Padahal Inovatif

Genre soulslike rasanya masih sangat muda, tapi belakangan ini kita mulai merasa perlu memecahnya jadi sub-genre baru. Habisnya, orang-orang mulai ngawur menyebut Animal Crossing atau Harvest Moon sebagai JRPG, padahal jelas beda banget. Masalah yang sama terjadi di soulslike.

Cuma karena game punya fitur parry, dodge, dan bos yang susah, bukan berarti kita bisa asal tempel label Dark Souls di sana.

Definisi soulslike makin sempit belakangan ini. Padahal, banyak game tiruan yang cuma ikut-ikutan tren tapi malah dipuji setinggi langit, sementara game yang benar-benar berani eksperimen justru takut buat tampil beda. Padahal, gak semua soulslike harus 3D, bertema fantasi gelap ala Game of Thrones, atau punya tingkat kesulitan yang bikin depresi. Intinya tetap pada bagaimana game menguji insting bertahan hidup pemain dengan risiko tinggi.

Di daftar ini, saya mau bahas game-game yang berani mendobrak pakem tersebut dan kenapa mereka pantas dapat tempat di hati kita.

8. Bloodborne

Tenang, jangan emosi dulu. Saya punya alasan kuat. Bloodborne memang sangat dicintai dan dianggap sebagai salah satu game terbaik sepanjang masa. Tapi coba lihat, game ini rilis di PS4 lebih dari sepuluh tahun lalu dan sampai sekarang nasibnya digantung. Gak ada sekuel, gak ada port ke PC, cuma muncul, meledak, lalu hilang begitu saja bak misteri.

Industri game seolah melupakan pengaruh besar Bloodborne. Kebanyakan game soulslike baru lebih terobsesi meniru estetika ksatria dan pedang besar, alih-alih mengambil mekanik pertempuran agresif ala Bloodborne. Semoga saja proyek film yang sempat santer terdengar bisa membangkitkan kembali minat akan game ini.

7. DarkMaus

Pernah bayangin main soulslike tapi dari sudut pandang bird’s eye view? DarkMaus menyajikannya dengan gaya siluet yang unik. Fitur paling kerennya? Saat kamu mati, ‘hantu’ dari percobaan sebelumnya bakal muncul untuk bantu kamu di run berikutnya. Ini fitur yang jenius dan harusnya lebih banyak game soulslike yang mengadopsinya.

Memang, karena ini proyek solo developer, ada beberapa isu keseimbangan yang mungkin bikin pemain veteran Dark Souls geregetan. Tapi terlepas dari kekurangannya, DarkMaus punya pesona yang sulit dilupakan.

6. Nioh

Saat semua orang sibuk bicara soal Elden Ring atau Hollow Knight, Nioh seringkali terlewatkan. Padahal, game ini berhasil memadukan mekanik soulslike dengan gaya hack-and-slash yang sangat memuaskan.

Temponya jauh lebih cepat dibanding game soulslike kebanyakan, menjadikannya alternatif yang pas kalau kamu bosan dengan gaya tempur yang lambat dan berat.

5. Ashen

Ashen punya gaya visual voxel yang khas, tapi jangan salah sangka, mekanik soulslike-nya sangat solid. Game ini fokus pada narasi bertahan hidup yang menonjolkan aspek risiko. Di tengah maraknya game yang ingin membuat pemain merasa jadi sosok overpowered, Ashen justru memberikan pengalaman yang lebih membumi dan nostalgik.

4. Code Vein

Kalau kamu cari soulslike tapi bosan dengan tema gotik yang kelam, Code Vein adalah jawabannya. Game ini berhasil mengawinkan mekanik RPG yang kompleks dengan gaya anime yang penuh warna. Sistem Blood Codes-nya juga bikin eksplorasi build jadi jauh lebih variatif dibanding kebanyakan game sejenis. Plus, ada sistem finishing move yang dramatis banget!

3. Lords of the Fallen (2023)

Lords of the Fallen adalah bukti bahwa dunia game kadang kejam terhadap cerita kebangkitan. Meski seri pertamanya di 2014 gagal total, versi 2023 ini sebenarnya jauh lebih baik dari segi visual dan atmosfer.

Sayangnya, masalah performa saat peluncuran sempat menjatuhkan namanya. Padahal, arah visualnya bisa dibilang salah satu yang terbaik di genre ini.

2. Another Crab’s Treasure

Siapa bilang soulslike harus serius? Another Crab’s Treasure membuktikan kalau warna-warni dan humor bisa bersatu dalam genre yang menantang.

Kamu bisa dandan pakai cangkang sampah, mengikuti cerita yang pro-lingkungan, bahkan menembak bos yang menyebalkan pakai pistol. Ya, beneran ada pistolnya! Ini adalah contoh sempurna kalau soulslike bisa tetap seru tanpa harus bertema dunia kiamat.

1. Salt and Sanctuary

Banyak orang sering salah kaprah memanggil Hollow Knight sebagai soulslike, padahal Salt and Sanctuary jauh lebih mendekati pakem tersebut dengan adanya stamina bar dan mekanik roll yang presisi.

Game ini dulunya sering disebut sebagai “Dark Souls 2D”. Meski popularitasnya kini tersalip oleh game lain, Salt and Sanctuary tetap punya tempat istimewa bagi mereka yang mencari pengalaman soulslike murni dalam format 2D.

Prepared by:

Share: