5 Game FPS yang Bikin Kita Sadar, Ternyata Kita Adalah Villain-nya

Ah, plot twist “ternyata kita jahat” itu memang klasik, ya. Memang gak semua cerita butuh elemen ini, tapi kalau eksekusinya pas, sensasinya bakal nempel terus di ingatan.

Game punya keunggulan dibanding media lain buat narik trik ini; kita dipaksa buat menoleh ke belakang dan sadar kalau kekacauan yang kita buat selama 10 jam terakhir itu sebenarnya salah. Spec Ops: The Line atau Shadow of the Colossus udah jadi bukti nyata gimana twist kayak gini bisa bikin sebuah game jadi legendaris. Ternyata, genre First-Person Shooter (FPS) pun sangat jago buat mainin kartu ini.

Mengingat FPS itu biasanya soal “tembak apa pun yang bergerak”, jarang banget ada game yang berani putar balik fakta dan bilang kalau kita sebenarnya tokoh antagonisnya. Kebanyakan malah sibuk membenarkan aksi kita. Tapi, segelintir game yang berani melakukan itu justru biasanya yang paling ikonik dan susah dilupain.

Peringatan Spoiler: Artikel ini akan membahas plot dari Call of Juarez: Gunslinger, The Darkness 2, BioShock Infinite, Far Cry 3, dan ULTRAKILL.

Call of Juarez: Gunslinger

Silas Greaves: Pembunuh Berdarah Dingin yang Jago Ngibul

  • Dunia Wild West bukan tempat buat pahlawan.

Dari awal, Call of Juarez: Gunslinger udah kasih tahu kalau Silas Greaves itu narator yang gak bisa dipercaya. Tiap misi adalah cerita yang dia sampaikan di bar, soal petualangan heroiknya melawan penjahat legendaris kayak Billy the Kid atau Jesse James.

Karena kita mainin “ingatan” Silas, kita ngerasa jadi penegak hukum yang jago banget. Tapi, seringkali Silas lupa detail atau malah sengaja ngubah cerita, yang bikin dunianya berubah-ubah. Nah, di sinilah letak serunya. Silas bukan sosok pahlawan, bahkan disebut anti-hero pun rasanya berlebihan. Semakin dia mabuk, makin kelihatan kalau dia cuma orang yang haus dendam. Dia gak peduli soal keadilan, dan sering banget menang karena curang atau main tusuk dari belakang. Silas cuma penjahat yang jago mendongeng.

The Darkness 2

Jackie Terjebak di Neraka Selamanya

  • Merangkul kegelapan.

Judulnya aja The Darkness, masak kita berharap jadi malaikat? Meski Jackie Estacado sering digambarkan sebagai sosok yang simpati karena kehilangan pacarnya, Jenny, tetep aja dia itu seorang bos mafia. Di sekuelnya, Jackie makin “kebablasan” jadi pembawa kiamat karena obsesinya buat nyelametin Jenny.

Jackie ngebantai banyak banget orang demi tujuannya. Tapi, pas dia akhirnya sampai ke neraka, dia sadar kalau Jenny sebenarnya gak butuh diselametin. Jenny justru udah jadi inang buat The Angelus, kekuatan lawan dari The Darkness. Akhirnya, Jenny malah mengunci Jackie di neraka selamanya. Ternyata, perjuangan panjang kita cuma buat mengurung diri sendiri di tempat terkutuk.

BioShock Infinite

Booker adalah Comstock

  • Dua garis waktu yang bertabrakan.

Cerita BioShock Infinite memang ribet, tapi tujuannya simpel: Booker harus jemput Elizabeth buat melunasi utang. Kita ngerasa tindakan kita benar, memberantas tirani di kota melayang Columbia.

Ternyata? Twist-nya adalah Booker dan Comstock itu satu orang yang sama dari garis waktu berbeda. Kalau dia dibaptis, dia jadi Comstock. Kalau nggak, dia jadi Booker yang depresi dan malah ngejual anaknya sendiri. Meskipun Booker yang kita mainin mungkin nggak sejahat Comstock, tetep aja, kita lagi berhadapan sama diri kita sendiri yang sebenarnya adalah sumber masalah.

Far Cry 3

Jason Brody dan Kecanduannya pada Kekerasan

  • Belajar definisi kegilaan.

Jason Brody adalah contoh sempurna gimana seseorang bisa berubah dari anak muda biasa jadi mesin pembunuh. Di Far Cry 3, kita bakal sadar kalau Jason pelan-pelan kecanduan kekerasan. Dia ngerasa jadi messiah buat suku Rakyat, padahal temen-temennya sendiri ngeliat dia udah kayak psikopat.

Dia ngelakuin semua itu dengan dalih “nyelametin temen”, tapi pada akhirnya, dia cuma terjebak dalam lingkaran setan yang gak bisa dia putar balik lagi. Dia jadi monster yang dia lawan sendiri.

ULTRAKILL

V1: Sang Penyedot Debu yang Kejam

  • V1 adalah mesin pembunuh yang butuh darah untuk bertahan hidup.

Nah, kalau yang satu ini unik. ULTRAKILL gak pernah pura-pura bilang kita pahlawan. Dari awal, kita tahu kita itu robot yang turun ke neraka buat ngebantai apa pun demi darah. Gak ada twist “ternyata kita orang baik”, karena emang kita mesin yang gak punya perasaan.

Yang bikin menarik adalah fakta kalau kita justru ngebantai entitas-entitas yang mungkin lagi berusaha menjaga ketertiban di sana. Kita cuma mesin yang “membersihkan” sisa-sisa eksistensi. Gak ada heroik-heroiknya, kita cuma mesin pemuas nafsu perang.

Prepared by:

Share: