Urutan Chipset Samsung Exynos Terlengkap: Dari Generasi Pertama Sampai Sekarang

urutan chipset samsung exynos

Pernah enggak sih kamu beli HP Samsung terus bingung kenapa spesifikasinya beda sama punya temen padahal serinya sama? Nah, salah satu penyebabnya adalah chipset yang dipakai.

Samsung punya chipset buatan sendiri yang namanya Exynos; dan urutan chipset Exynos ini lumayan panjang, mulai dari yang kelas bawah sampai yang flagship banget.

Di artikel ini, kita bakal bahas tuntas urutan chipset Exynos dari generasi ke generasi. Mulai dari yang jadul banget sampai yang paling baru, termasuk Exynos 2500 dan 2600 yang baru aja meluncur. Siap? Yuk, langsung aja!

Apa Itu Chipset Exynos?

Sebelum masuk ke urutannya, penting buat kamu paham dulu apa itu Exynos. Simpelnya, Exynos adalah nama lini prosesor (SoC atau System on Chip) buatan Samsung Semiconductor. SoC ini adalah “otak” dari sebuah HP; dia yang ngatur semua proses komputasi, grafis, konektivitas, dan lainnya.

Exynos itu kayak versi Samsung-nya dari Snapdragon milik Qualcomm. Bedanya, Exynos dipakai eksklusif di perangkat Samsung, meskipun enggak semua HP Samsung pakai Exynos. Beberapa pasar, terutama Amerika Serikat, justru lebih sering dapet versi Snapdragon dari HP yang sama.

Kenapa Penting Tahu Urutan Chipset Exynos?

Kamu mungkin mikir, “Ah, buat apa tahu chipset segala?” Tapi percaya deh, ini penting banget kalau kamu mau beli HP Samsung. Chipset menentukan performa, efisiensi baterai, kemampuan kamera, dan dukungan jaringan 5G sebuah ponsel.

Dengan tahu urutan chipset Exynos, kamu bisa lebih bijak milih HP yang sesuai kebutuhan dan budget. Jangan sampai kamu bayar mahal tapi dapat chipset yang ternyata masih kelas menengah ke bawah.

Cek juga: Urutan Chipset MediaTek Dimensity dari Flagship hingga Budget

Sejarah Singkat Chipset Samsung Exynos

Dari Hummingbird ke Exynos

Sebelum nama Exynos eksis, Samsung pernah pakai nama “Hummingbird” buat prosesor buatan mereka. Hummingbird pertama kali muncul di Samsung Galaxy S generasi pertama pada tahun 2010. Saat itu masih proses fabrikasi 45nm; jauh banget dibanding sekarang yang udah nyentuh angka 2nm!

Baru di tahun 2011, Samsung secara resmi ganti nama lininya jadi Exynos. Nama ini diambil dari bahasa Yunani, exypnos, yang artinya cerdas. Cocok banget buat komponen yang jadi otaknya HP, kan?

Sejak saat itu, Samsung terus mengembangkan chipset Exynos dengan berbagai segmen; entry-level, mid-range, sampai flagship, buat mengisi berbagai lini produknya.

Urutan Chipset Exynos Kelas Bawah (Entry-Level)

Chipset kelas bawah Exynos biasanya dipakai di HP Samsung seri A atau M yang harganya lebih terjangkau. Performanya emang enggak sekencang yang flagship, tapi cukup banget buat aktivitas sehari-hari kayak scroll media sosial, nonton YouTube, atau video call.

Exynos 850

Exynos 850 dirilis sekitar tahun 2020 dengan proses fabrikasi 8nm. Chipset ini dipakai di HP kayak Samsung Galaxy A21s dan beberapa seri M. Dengan CPU Cortex-A55 octa-core dan GPU Mali-G52, performanya standar buat kelas entry. Konsumsi dayanya lumayan efisien, makanya baterai HP yang pakai chipset ini cenderung lebih awet.

Exynos 1080 dan Seri 1 Lainnya

Nah, ini agak menarik karena Exynos 1080 sebenernya posisinya rada abu-abu; dia lebih ke upper mid-range. Chipset ini dibuat pakai proses 5nm dan pertama kali dipakai di Vivo X60 (bukan Samsung), yang lumayan bikin orang kaget karena Samsung “jual” chipset-nya ke kompetitor.

Seri Exynos 1 lainnya seperti Exynos 1080 dan Exynos 1280 jadi andalan Samsung buat HP mid-range mereka dengan performa yang cukup kompetitif di kelasnya.

Urutan Chipset Exynos Kelas Menengah (Mid-Range)

Segmen mid-range adalah area paling ramai di industri HP. Wajar aja, karena kebanyakan pengguna di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, nyarinya HP yang performa oke tapi harga enggak bikin kantong nangis.

Cek juga: Samsung Perkenalkan Galaxy Z TriFold, HP Lipat Tiga Harga Selangit

Exynos 1280

Exynos 1280 adalah salah satu chipset mid-range paling populer dari Samsung. Dibuat dengan proses fabrikasi 5nm, chipset ini hadir dengan dua core performa Cortex-A78 dan enam core efisiensi Cortex-A55. GPU-nya pakai Mali-G68 MP4. Chipset ini bisa kamu temuin di Samsung Galaxy A33 5G dan A53 5G; dua HP yang cukup laris di pasaran Indonesia.

Performanya solid buat harian: main game casual, multitasking ringan, sampai fotografi kasual semuanya bisa dilahap dengan mulus. Dukungan 5G juga jadi nilai plusnya.

Exynos 1330 dan 1380

Melanjutkan suksesi Exynos 1280, Samsung luncurin Exynos 1330 dan 1380 untuk pasar mid-range. Exynos 1380 khususnya hadir dengan fabrikasi 5nm yang lebih matang dan dipakai di Galaxy A54 5G; salah satu HP mid-range terlaris Samsung.

Peningkatannya enggak dramatis dibanding pendahulunya, tapi cukup terasa di performa grafis dan efisiensi daya. Buat kamu yang nyari HP mid-range yang “aman” dan tahan lama, chipset ini jelas layak dipertimbangin.

Urutan Chipset Exynos Kelas Atas (Flagship)

Nah, ini dia bagian yang paling seru! Chipset Exynos kelas flagship adalah yang terbaik yang bisa Samsung tawarin. Di sinilah Samsung taruh semua teknologi terbaru mereka; mulai dari fabrikasi node terkecil, ISP kamera canggih, sampai kemampuan AI yang makin mumpuni.

Exynos 2100

Exynos 2100 dirilis di awal 2021 bareng Galaxy S21 series. Ini adalah chipset pertama Samsung yang pakai fabrikasi 5nm dari Samsung Foundry. Dengan CPU triple-cluster (1x Cortex-X1 + 3x Cortex-A78 + 4x Cortex-A55) dan GPU Mali-G78 MP14, performanya signifikan meningkat dibanding generasi sebelumnya.

Yang bikin Exynos 2100 spesial adalah pertama kalinya Samsung berhasil bikin chipset flagship yang bisa bersaing head-to-head sama Snapdragon 888; setidaknya di benchmark. Ini momen penting dalam sejarah urutan chipset Exynos.

Exynos 2200 dengan GPU AMD RDNA

Ini dia chipset yang paling banyak diperbincangkan. Exynos 2200 hadir dengan kolaborasi epic antara Samsung dan AMD. GPU-nya pakai arsitektur AMD RDNA 2 yang sama dengan yang dipakai di konsol gaming modern kayak PlayStation 5 dan Xbox Series X.

Hasilnya? Kemampuan grafis Exynos 2200 melonjak drastis, termasuk dukungan untuk ray tracing di mobile; fitur yang sebelumnya cuma ada di PC gaming dan konsol. Chipset ini dipakai di Galaxy S22 series untuk beberapa pasar. Sayangnya, ada isu throttling termal yang bikin performa chip ini enggak konsisten saat dipakai gaming dalam waktu lama.

Exynos 2400: Lompatan Besar Samsung

Exynos 2400 adalah chipset flagship Samsung yang dipakai di Galaxy S24 series (untuk beberapa pasar). Dibuat dengan proses fabrikasi 4nm generasi kedua Samsung, chipset ini hadir dengan konfigurasi CPU 10-core yang unik: 1x Cortex-X4 + 2x Cortex-A720 + 3x Cortex-A720 + 4x Cortex-A520.

GPU-nya masih kolaborasi sama AMD, pakai Xclipse 940 berbasis RDNA 3. Exynos 2400 jadi titik balik penting karena reviewnya positif hampir di semua lini; performa, efisiensi daya, dan temperatur semuanya membaik drastis.

Exynos 2500: Debut di 3nm GAA

urutan chipset samsung exynos

Exynos 2500 resmi diumumkan pada Juni 2025, tepat untuk mengisi Galaxy Z Flip7. Chipset ini jadi yang pertama pakai proses fabrikasi 3nm GAA (Gate All Around) dari Samsung Foundry, plus kemasan baru FOWLP yang bikin chip lebih tipis dan disipasi panas lebih baik.

Dari sisi CPU, Exynos 2500 punya konfigurasi 10-core dengan satu Cortex-X925 berkecepatan 3.3GHz, dua Cortex-A725 di 2.74GHz, lima Cortex-A725 di 2.36GHz, dan dua Cortex-A520 yang hemat daya di 1.8GHz. GPU-nya pakai Xclipse 950 berbasis AMD RDNA 3.

Salah satu fitur unggulan Exynos 2500 adalah modem 5G terintegrasi yang mendukung 3GPP Rel. 17 dengan kecepatan unduh hingga 9.6 Gbps untuk FR1 dan 12.1 Gbps untuk FR2. Yang paling keren, ada dukungan Non-Terrestrial Network (NTN) yang memungkinkan konektivitas berbasis satelit; berguna banget buat area tanpa sinyal seluler. Konektivitas lainnya termasuk Wi-Fi 7 dan Bluetooth 5.4.

Soal kamera, ISP Exynos 2500 mendukung sensor hingga 320MP dengan fitur multi-layer noise reduction dan Dynamic Range Compression (DRC) untuk kontras yang lebih tajam, plus kemampuan rekam video 8K 30fps.

Exynos 2600: Era 2nm dan Lompatan Terbesar

Kalau Exynos 2500 udah bikin kagum, Exynos 2600 bikin kamu melongo. Samsung resmi mengumumkan Exynos 2600 sebagai chipset smartphone pertama di dunia yang dibuat dengan proses fabrikasi 2nm. Ini bukan cuma pencapaian Samsung, tapi pencapaian industri semikonduktor global.

CPU-nya pakai arsitektur ARM v9.3 dengan konfigurasi 10-core: satu core C1-Ultra berkecepatan 3.8GHz, tiga core C1-Pro di 3.25GHz, dan enam core C1-Pro di 2.75GHz. Samsung mengklaim peningkatan performa CPU hingga 39% dibanding Exynos 2500.

GPU-nya pakai Xclipse 960 dengan arsitektur baru yang compute performance-nya dua kali lebih tinggi dari pendahulunya, plus peningkatan ray tracing hingga 50%. Ada juga teknologi Exynos Neural Super Sampling (ENSS) yang memanfaatkan AI buat frame generation dan upscaling; hasilnya pengalaman gaming bisa terasa hingga tiga kali lebih mulus.

Salah satu inovasi paling revolusioner di Exynos 2600 adalah solusi termalnya. Samsung memperkenalkan Heat Path Block (HPB); yang pertama di industri mobile SoC untuk mengoptimalkan jalur transfer panas dan menurunkan thermal resistance hingga 16%. Hasilnya suhu chip jauh lebih stabil bahkan saat dipakai gaming berat. Ini jelas jawaban Samsung atas kritik soal overheating yang udah lama jadi PR mereka.

Soal NPU, Exynos 2600 punya 32.768 MAC units sama seperti Exynos 2500, tapi performa Generative AI-nya meningkat 113% dengan latensi dan konsumsi daya yang lebih rendah. NPU ini juga jadi yang pertama dengan virtualisasi keamanan terintegrasi dan Post-Quantum Cryptography (PQC) berbasis hardware.

Satu hal yang perlu dicatat: berbeda dari Exynos 2500 yang modem-nya terintegrasi, Exynos 2600 menggunakan modem eksternal, yaitu Exynos Modem 5410. Ini pilihan desain yang unik dan jadi salah satu tradeoff-nya.

Cek juga: Daftar HP Chipset MediaTek Dimensity 9300

Perbandingan Exynos vs Snapdragon: Mana yang Lebih Baik?

Pertanyaan ini udah kayak perdebatan agama di komunitas HP; semua orang punya opini keras. Jujur aja, jawabannya tergantung generasi dan penggunaan.

Secara historis, Snapdragon memang lebih sering unggul dalam hal performa raw dan efisiensi daya, terutama di era Exynos 990; periode paling gelap buat reputasi Exynos. Tapi sejak Exynos 2100, gap-nya udah makin sempit. Dan dengan Exynos 2400, banyak reviewer yang bilang performanya udah setara. Sekarang dengan Exynos 2600 yang pakai 2nm, Samsung makin serius buat nyaingin; bahkan ngalahin Snapdragon di beberapa aspek.

Makanya, kalau ada yang bilang “Exynos selalu jelek,” itu udah benar-benar enggak relevan lagi di 2025.

Kelebihan dan Kekurangan Chipset Exynos

Kelebihan Exynos

  • Integrasi mulus dengan ekosistem Samsung. Karena Samsung yang bikin chipset sekaligus HP-nya, optimisasi bisa lebih maksimal.
  • Kemampuan modem yang oke. terutama Exynos 2500 yang punya NTN satellite connectivity.
  • Kolaborasi GPU AMD di seri terbaru bikin kemampuan grafis meningkat signifikan dengan ray tracing dan ENSS.
  • Inovasi termal revolusioner seperti HPB di Exynos 2600 yang akhirnya beresin masalah overheat.
  • Fabrikasi terdepan. Exynos 2600 pakai 2nm, salah satu yang paling canggih di industri saat ini.

Kekurangan Exynos

  • Distribusi enggak merata. pengguna AS biasanya dapat Snapdragon, sementara pengguna luar AS dapat Exynos.
  • Isu termal di generasi lama, terutama Exynos 990 dan 2200 yang reputasinya masih kebawa sampai sekarang.
  • Exynos 2600 pakai modem eksternal, yang bisa jadi perhatian buat beberapa pengguna yang butuh efisiensi ruang dan daya maksimal.

HP Samsung yang Pakai Chipset Exynos

Banyak banget HP Samsung yang pakai Exynos, tapi ini beberapa yang paling populer:

  • Samsung Galaxy S26 (beberapa pasar) – Exynos 2600
  • Samsung Galaxy Z Flip7 – Exynos 2500
  • Samsung Galaxy S24 (beberapa varian) – Exynos 2400
  • Samsung Galaxy S22 (beberapa varian) – Exynos 2200
  • Samsung Galaxy S21 – Exynos 2100
  • Samsung Galaxy A54 5G – Exynos 1380
  • Samsung Galaxy A33 5G – Exynos 1280
  • Samsung Galaxy A21s – Exynos 850

Masa Depan Chipset Exynos

Dengan Exynos 2600 yang udah pakai fabrikasi 2nm, Samsung jelas lagi ngebut. Kolaborasi dengan AMD untuk GPU terus berlanjut dan makin matang, sementara inovasi termal kayak HPB bisa jadi standar baru industri.

Yang lebih menarik lagi, Samsung udah mulai serius “membawa pulang” chipset Exynos ke lini flagship globalnya. Exynos 2600 diharapkan bakal dipakai di Galaxy S26 untuk pasar Asia dan Eropa, termasuk kemungkinan di Galaxy S26 dan S26 Plus. Kalau performanya terbukti setara atau lebih baik dari Snapdragon di dunia nyata, ini bisa jadi era kebangkitan Exynos yang sesungguhnya.

Kesimpulan

Nah, itu dia urutan chipset Exynos yang paling lengkap; dari entry-level kayak Exynos 850, naik ke mid-range solid kayak Exynos 1280 dan 1380, sampai ke jajaran flagship yang makin keren: Exynos 2100, 2200, 2400, 2500, dan yang paling baru, Exynos 2600 dengan fabrikasi 2nm pertama di dunia.

Perjalanan Samsung mengembangkan Exynos emang enggak selalu mulus. Ada masa-masa gelap, ada kritik pedas, tapi Samsung enggak biarin itu jadi batu sandungan. Mereka terus berinovasi, dan hasilnya kelihatan nyata. Kalau dulu orang ngeliat “Exynos” di spesifikasi HP terus langsung males, sekarang ceritanya udah beda.

Jadi, kalau kamu lagi nyari HP Samsung, sekarang kamu punya gambaran lengkap soal chipset apa yang bakal kamu dapet. Jangan cuma lihat nama serinya; cek chipset-nya, karena itu yang beneran nentuin pengalaman kamu sehari-hari!

FAQ

1. Apa perbedaan Exynos 2500 dan Exynos 2600?

Exynos 2500 pakai fabrikasi 3nm GAA dengan modem terintegrasi dan GPU Xclipse 950, sementara Exynos 2600 naik kelas ke fabrikasi 2nm dengan GPU Xclipse 960 yang dua kali lebih kencang, peningkatan CPU 39%, dan teknologi termal HPB yang revolusioner. Kekurangan Exynos 2600 adalah modemnya eksternal, bukan terintegrasi seperti 2500.

2. HP Samsung apa yang pertama pakai Exynos 2500?

Samsung Galaxy Z Flip7 yang diluncurkan pada Juli 2025 adalah HP pertama yang menggunakan Exynos 2500.

3. Apakah Exynos 2600 lebih baik dari Snapdragon 8 Elite?

Berdasarkan data benchmark awal, Exynos 2600 menunjukkan performa yang sangat kompetitif dibanding Snapdragon 8 Elite Gen 5. Terutama di efisiensi daya berkat fabrikasi 2nm dan teknologi HPB-nya. Hasil dunia nyata masih perlu diuji lebih lanjut di berbagai HP.

4. Kenapa Exynos 2600 pakai modem eksternal, bukan terintegrasi?

Ini adalah keputusan desain Samsung yang kemungkinan terkait dengan kompleksitas fabrikasi 2nm. Dengan memisahkan modem, Samsung bisa mengoptimalkan masing-masing komponen secara terpisah. Modem yang dipakai adalah Exynos Modem 5410.

5. Apakah chipset Exynos tersedia di semua HP Samsung yang dijual di Indonesia?

Sebagian besar HP Samsung yang dijual di Indonesia, terutama seri Galaxy S dan A, memang menggunakan chipset Exynos. Tapi ini bisa berbeda tergantung varian dan kebijakan distribusi Samsung. Selalu cek spesifikasi resmi sebelum beli untuk memastikan chipset yang digunakan.

Prepared by:

Share: