Zaman berubah, dan kali ini giliran Google Assistant yang bakal ‘pensiun’. Mulai 3 September 2026, layanan asisten suara andalan kita ini bakal mulai dihentikan di beberapa perangkat. Prosesnya memang bertahap, tapi jangan santai dulu.
Kalau kamu pengguna setia, ada beberapa hal krusial yang perlu kamu cek sekarang juga sebelum Google Assistant benar-benar hilang.
Cek perangkat mana yang bakal ‘hijrah’ ke Gemini
Perubahan datang, tapi gak semua perangkat kehilangan Assistant
Hal pertama yang bikin bingung: nggak semua perangkat bakal kehilangan Google Assistant di bulan September. Bakal ada kondisi di mana HP kamu mungkin sudah pakai Gemini, tapi speaker pintar di rumah masih pakai Assistant. Jadi, pastikan kamu tahu mana yang kena dampaknya.
Fokus utama transisi ini adalah perangkat Android. Setelah waktunya tiba, Google Assistant di HP atau tablet Android bakal digantikan sepenuhnya oleh Gemini. Ini juga berlaku buat perangkat pendukung seperti jam tangan Wear OS, earbud tertentu, dan Android Auto yang dijalankan lewat ponsel.
Menariknya, speaker pintar seperti Google Home atau Nest dan layar pintar lainnya bakal tetap mempertahankan Google Assistant untuk sementara waktu. Begitu juga dengan mobil yang sudah punya sistem Google built-in. Tapi ingat, ini cuma sementara, jadi ada baiknya mulai bersiap dari sekarang.
Tes perintah yang sering kamu pakai
Gemini belum tentu sepintar Assistant

Keluhan paling umum saat ini adalah Gemini belum bisa melakukan semua tugas yang biasanya dikerjakan Google Assistant. Google sendiri sudah kasih sinyal kalau fitur seperti Interpreter mode atau beberapa kontrol media nggak akan jalan di Gemini.
Saran saya? Coba pakai Google Assistant seperti biasa selama beberapa hari dan catat perintah apa saja yang paling sering kamu pakai. Setelah itu, coba jalankan perintah yang sama di Gemini. Kalau ada yang macet atau nggak bisa, kamu punya waktu buat cari alternatif lain sebelum Assistant benar-benar tiada.
Tes dan atur ulang rutinitasmu
Rutinitas di Gemini mungkin nggak jalan seperti ekspektasi
Kalau kamu hobi pakai fitur Routines, kamu mungkin masih bisa menjalankannya lewat Gemini selama sudah terhubung ke Google Home. Tapi, nggak semuanya semulus itu. Ada pemicu (trigger) atau aksi tertentu yang ternyata nggak didukung oleh Gemini.
Bahkan, ada detail kecil yang hilang. Contohnya, saat tanya cuaca, kamu nggak akan lagi dapat kartu peta cuaca yang detail; Gemini cuma akan jawab lewat suara atau teks saja. Jadi, coba jalankan semua rutinitasmu sekarang. Kalau ada yang ‘patah’, lebih baik kamu cari cara buat modifikasi atau ganti rutinitasnya dari sekarang.
Tes kontrol smart home kamu
Pastikan lampu tetap bisa nyala di bulan September

Kalau Assistant adalah otak dari smart home kamu, bersiaplah untuk skenario yang agak membingungkan. Karena HP kamu pakai Gemini sementara speaker rumah mungkin masih pakai Assistant, kontrolnya jadi agak terpecah.
Gemini memang sudah bisa dipakai untuk menyalakan lampu, AC, atau robot vacuum. Tapi, banyak pengguna melaporkan masalah seperti perintah lampu berbasis ruangan yang error atau rutinitas yang berjalan nggak konsisten. Tes sekarang, jangan tunggu sampai September biar nggak pusing sendiri.
Pertimbangkan alternatif yang lebih ‘mandiri’
Jangan mau didikte sama perusahaan soal apa yang bisa kamu pakai

Kalau kamu merasa nggak nyaman dengan penggantian paksa ini, mungkin ini saatnya melirik opsi lain seperti Home Assistant yang bersifat open-source. Karena sifatnya self-hosted, kamu nggak perlu takut fitur tiba-tiba hilang karena keputusan sepihak perusahaan.
Memang, asisten suara seperti Assist milik Home Assistant mungkin nggak secerdas Google Assistant secara out-of-the-box. Tapi kalau kamu gabungkan dengan LLM (Large Language Model) lokal, kamu bisa dapat kontrol yang jauh lebih privat dan personal. Intinya, lebih baik tahu lebih awal apa yang akan rusak sebelum Google Assistant benar-benar menghilang dari hidup kita.









