Sebagai pengguna setia Galaxy Z Flip selama tiga tahun terakhir, saya harus mengakui kalau One UI buatan Samsung itu memang kaya fitur. Seringkali, fitur-fitur ini bahkan nggak ada di HP Android lain. Tapi, punya banyak fitur bukan berarti semuanya berguna, kan? Kadang malah bikin ribet atau malah jadi beban buat performa HP kita.
Nah, itulah alasan kenapa saya akhirnya memutuskan untuk sedikit ‘mengoprek’ pengaturan One UI supaya lebih pas dengan kebutuhan sehari-hari.
Saya nggak berniat mengubah tampilannya jadi stock Android, kok, karena jujur saya masih suka desain antarmuka Samsung. Cuma ya, buat apa mempertahankan fitur yang nggak pernah dipakai kalau malah bikin HP kurang optimal?
Edge Panels
Fitur andalan yang malah sering mengganggu

Fitur Edge Panels ini sebenarnya sudah ada sejak zaman Galaxy Note Edge tahun 2014. Tinggal geser layar dari samping, kita bisa langsung akses aplikasi favorit atau fitur Galaxy AI. Banyak orang suka fitur ini, tapi entah kenapa, saya nggak pernah bisa terbiasa. Bukannya terbantu, saya malah sering nggak sengaja kepencet panelnya pas lagi asyik geser layar.
Akhirnya, saya matikan saja lewat Settings -> Display -> Edge panels. Lagipula, menggeser layar untuk membuka app drawer rasanya jauh lebih intuitif dan koleksi aplikasinya juga lebih lengkap.
RAM Plus
Nggak butuh memori virtual kalau RAM asli masih mumpuni

Sekarang ini, 8GB RAM di Android mungkin terasa pas-pasan dibanding flagship yang sudah 12GB atau 16GB. Makanya, Samsung kasih fitur RAM Plus yang ‘meminjam’ ruang penyimpanan internal sebagai RAM tambahan. Masalahnya, kecepatan penyimpanan internal itu jauh di bawah RAM asli.
Kalau bukan pengguna berat yang buka aplikasi puluhan sekaligus, fitur ini sebenarnya nggak terlalu krusial. Saya cuma pakai HP buat cek Instagram, YouTube, dan chat, jadi 8GB sudah sangat cukup. Saya matikan RAM Plus di Settings -> Device care -> Memory -> RAM Plus. Hasilnya? HP jadi lebih stabil karena sistem nggak perlu memaksa pakai memori internal yang lambat.
Samsung Keyboard
Sudah terlanjur nyaman sama Gboard
Bukan berarti keyboard bawaan Samsung itu jelek ya, ini murni masalah kebiasaan. Sejak pakai smartphone pertama saya di tahun 2010, saya sudah terbiasa pakai keyboard dari Google. Jadi, daripada harus menyesuaikan diri lagi, saya lebih pilih pindah ke Gboard.
Cara gantinya gampang banget: buka Settings -> General management -> Keyboard, aktifkan Gboard, lalu atur sebagai Default Keyboard. Selesai!
Always On Display
Menghemat daya demi baterai yang lebih awet

Fitur ini memang praktis banget buat lihat jam atau notifikasi tanpa harus menyalakan layar. Tapi, karena HP saya sudah dipakai tiga tahun, daya tahannya mulai menurun. Jadi, saya harus memutar otak supaya baterainya bisa lebih tahan lama.
Mematikan fitur ini lewat Settings -> Lock Screen and AOD -> Always On Display memang nggak bikin baterai jadi awet drastis, tapi lumayan banget buat menambah durasi pakai beberapa menit. Buat saya, itu sudah cukup membantu supaya nggak harus bawa power bank ke mana-mana.
Kesimpulannya?
Tentu saja, apa yang saya lakukan belum tentu cocok buat kalian. Kalau kalian merasa RAM HP kalian kecil atau memang butuh fitur tertentu, ya silakan dipertahankan.
Intinya, One UI itu sangat fleksibel. Jangan ragu buat masuk ke pengaturan dan matikan apa pun yang menurut kalian cuma jadi pajangan atau malah bikin boros baterai. Selamat mencoba!









