Kekurangan iPhone 15 Menurut Pengalaman Pengguna Android

iPhone 15 dengan berbagai pilihan warna bodi

Setelah menggunakan ponsel berbasis Android selama lebih dari 10 tahun, saya memutuskan untuk beralih ke perangkat bikinan Apple. Meski iPhone dikenal memiliki banyak keunggulan—yang sudah saya bahas di artikel terpisah—dalam penggunaan sehari-hari, beberapa kekurangan iPhone 15, model yang saya gunakan, juga cukup terasa.

Salah satu kekurangan iPhone 15 yang paling cepat terasa adalah daya tahan baterainya. Dalam pemakaian sehari-hari, baterai iPhone 15 tidak terasa sepanjang ponsel Android yang biasa saya gunakan sebelumnya. Dengan harga yang setara, banyak ponsel Android menawarkan kapasitas baterai yang jauh lebih besar, sehingga durasi pemakaiannya terasa lebih lega.

Selain soal baterai, berdasarkan pengalaman saya, masih ada beberapa kekurangan iPhone 15 lain yang membuat penggunaan sehari-hari terasa kurang nyaman dibandingkan ponsel berbasis Android.

Berikut beberapa hal yang paling saya rasakan.

Kekurangan iPhone 15 Menurut Pengalaman Pengguna Android

1. Daya Tahan Baterai Tidak Selama Android

Menurut pengalaman saya, daya tahan baterai iPhone 15 terasa kurang mengakomodasi kebutuhan harian. Saat masih menggunakan ponsel Android, perangkat umumnya mampu bertahan seharian penuh dengan satu kali pengisian daya.

Sementara itu, untuk iPhone 15, saya setidaknya perlu melakukan pengisian daya hingga dua kali agar ponsel tetap aktif sepanjang hari.

Konsumsi baterai juga terasa cukup cepat saat menggunakan aplikasi peta digital seperti Google Maps. Dalam perjalanan dari Bekasi ke Bogor saat liburan, daya baterai iPhone 15 berukurang sekitar 15-20 persen hanya untuk penggunaan navigasi.

Di kisaran harga Rp11 jutaan, sebagian besar ponsel Android umumnya sudah dibekali baterai berkapasitas sekitar 5.000 mAh. Sementara itu, iPhone 15 hadir dengan kapasitas baterai yang jauh lebih kecil. Perbedaan ini cukup terasa dalam penggunaan harian, terutama bagi pengguna yang terbiasa mengandalkan ponsel seharian tanpa sering mengisi daya.

Baca juga: Harga iPhone 17 Series di Indonesia, Setara Motor!

2. Layar iPhone 15 Masih 60 Hz

Kekurangan iPhone 15 adalah layar 60 Hz

Kekurangan iPhone 15 lain yang cukup terasa bagi pengguna Android adalah refresh rate layar yang masih berada di angka 60 Hz. Di kelas harga yang sama, banyak ponsel Android sudah menawarkan layar dengan refresh rate yang lebih tinggi, mulai dari 90 Hz hingga 120 Hz.

Dalam penggunaaan di layar Home, perbedaan refresh rate ini sebenarnya tidak terlalu terasa. Namun, saat digunakan untuk scrolling media sosial atau berpindah aplikasi, layar iPhone 15 dengan refresh rate 60 Hz mulai terasa kurang halus.

Hal ini makin kentara sebelumnya karena saya sudah cukup lama menggunakan ponsel dengan refresh rate di atas 60 Hz.

Baca juga: Semua Spesifikasi dan Fitur iPhone 17 Series yang Perlu Kamu Tahu!

3. Kapasitas Penyimpanan iPhone 15 Terasa Terbatas

Kekurangan lain yang cukup mengganggu adalah kapasitas media penyimpanan yang terasa terbatas. Dengan banderol sekitar Rp11 juta, varian iPhone 15 yang saya gunakan hanya dibekali kapasitas 128 GB.

Padahal, di kelas harga premium yang sama, banyak ponsel Android sudah menawarkan pilihan penyimpanan 256 GB, bahkan hingga 512 GB.

Kondisi ini membuat saya harus lebih berhati-hati saat mengambil foto, merekam video, maupun mengunduh aplikasi, karena kapasitas penyimpanan terasa cepat berkurang.

Situasi tersebut semakin terasa karena iPhone 15 juga tidak mendukung ekspansi microSD. Memang, kehadiran port USB Type-C memungkinkan penggunaan penyimpanan eksternal.

Namun, solusi ini belum sepenuhnya praktis karena harga aksesori penyimpanan eksternal yang kompatibel masih tergolong mahal.

Baca juga: Gimana Sih Cara Mengaktifkan eSIM di iPhone?

4. Notifikasi Kurang Fleksibel dan Sering Terlewat

Sebagai pengguna Android, sistem notifikasi adalah salah satu hal yang paling saya andalkan. Sayangnya, di iPhone 15, pengelolaan notifikasi terasa kurang fleksibel. Beberapa notifikasi kerap muncul menumpuk, sementara yang lain justru mudah terlewat jika tidak langsung dibuka.

Selain itu, pengaturan notifikasi per aplikasi terasa lebih terbatas dibandingkan Android. Untuk kebutuhan harian yang cukup bergantung pada pesan dan aplikasi kerja, kondisi ini membuat saya harus lebih sering membuka ponsel hanya untuk memastikan tidak ada notifikasi penting yang terlewat.

5. Multitasking dan Manajemen File Kurang Bebas

Kekurangan iPhone 15 lain yang cukup terasa adalah soal multitasking dan manajemen file. Sebagai pengguna Android, saya terbiasa berpindah aplikasi dengan cepat sambil tetap mengakses file secara bebas. Di iPhone, proses ini terasa lebih kaku dan terbatas.

Akses file yang bergantung pada aplikasi tertentu membuat pengelolaan dokumen, foto, atau file unduhan tidak sefleksibel di Android. Untuk pengguna dengan kebutuhan produktivitas atau sering bertukar file, keterbatasan ini cukup memengaruhi kenyamanan penggunaan sehari-hari.

Pada akhirnya, iPhone 15 bukanlah ponsel yang buruk. Perangkat ini tetap menawarkan performa yang stabil dan ekosistem yang rapi. Namun, sebagai pengguna Android selama lebih dari 10 tahun, beberapa kekurangan iPhone 15 terasa cukup signifikan dalam penggunaan sehari-hari, terutama jika dibandingkan dengan ponsel Android di kelas harga yang sama.

Pengalaman ini membuat saya menyadari bahwa perpindahan sistem bukan hanya soal spesifikasi atau merek, tetapi juga soal kebiasaan dan kebutuhan. iPhone 15 mungkin sangat cocok bagi pengguna iOS lama, tetapi bagi pengguna Android yang terbiasa dengan fleksibilitas, adaptasi tetap diperlukan—dan tidak selalu terasa nyaman.

Prepared by:

Share: