Mungkin banyak yang melewatkan beritanya, tapi bulan lalu Samsung baru aja merilis dua ponsel lipat baru. Si Fold 8 yang lebih lebar memang jadi bintang utama, bikin Galaxy Z Fold 8 Ultra ini kesannya kayak anak tiri. Tapi, ada alasan kuat kenapa Samsung menyematkan label “Ultra” di sini.
Jujur, awalnya saya pun kurang antusias. Samsung udah bikin HP lipat dengan bentuk ini selama tujuh tahun, bukan barang baru lagi. Tapi muncul pertanyaan menarik: kalau ini adalah standar terbaik yang bisa diberikan Samsung, apakah itu masih cukup memuaskan di tahun ini?
Harga dan Ketersediaan
Galaxy Z Fold 8 Ultra sudah bisa kamu beli di situs resmi Samsung, Amazon, Best Buy, dan berbagai operator seluler. Harganya mulai dari $2.100 (sekitar 256GB) sampai $2.700 untuk varian 1TB. Pilihan warnanya ada Cream, Graphite, dan Violet Shadow, dengan opsi eksklusif Green Shadow kalau kamu beli lewat web Samsung.
Hardware Lipat yang Nyaris Sempurna
Terasa Sangat Nyaman di Genggaman

Sedikit cerita, saya bukan tipe orang yang hobi bawa-bawa tablet di saku. Jadi, udah lama banget saya gak pakai HP model lipat begini. Pas pertama kali unboxing Fold 8 Ultra, saya malah ngerasa, “Ke mana aja saya selama ini?”
HP ini cuma sedikit lebih tebal dari Pixel 10 saya. Pas dilipat, berat dan ukurannya terasa pas, dan layar 6,5 inci yang memanjang itu ternyata gak seaneh yang saya bayangkan.

Material layar dalamnya juga baru, lebih tipis, rata, dan jauh lebih awet. Kalau seri Fold lama kadang masih terasa agak cekung, yang ini benar-benar bisa terbuka datar sempurna. Lipatannya? Hampir gak kelihatan, bahkan pas diraba.
Satu-satunya yang bikin gregetan cuma modul kameranya yang tebal banget, hampir 6mm. Efeknya? HP jadi kayak jungkat-jungkit kalau ditaruh di meja. Bikin emosi, sumpah.
Terlepas dari itu, layarnya juara. Kecerahan puncaknya mencapai 3.000 nits, ditambah lapisan anti-reflektif yang bikin layar tetap enak dilihat meski di bawah sinar matahari langsung.
Akhirnya Pakai Baterai Silicon-Carbon
Performa yang Bisa Diandalkan

Nah, ini upgrade yang paling kerasa: baterai silicon-carbon. Kapasitasnya naik jadi 5.000mAh tapi bodinya malah lebih tipis dari model sebelumnya. Pengisian dayanya juga udah ngebut di 45W kabel dan 20W nirkabel.
Cuma satu yang saya sayangkan, Samsung masih enggan pakai pengisian magnetik. Katanya biar HP gak tebal, padahal kalau dibandingin sama kompetitor yang pakai magnet, perbedaannya hampir gak kerasa. Saya sih mending pilih ada magnetnya aja.
Soal performa, Snapdragon 8 Elite Gen 5 di dalamnya beneran ngebut. Mau multitasking buka banyak aplikasi sekaligus? Hajar aja, gak ada lag sama sekali. Ini tipe HP yang “membosankan” karena saking lancarnya, dia cuma… bekerja sebagaimana mestinya.
Kamera: Dimana Nama “Ultra” Benar-Benar Berarti
Tapi Apakah Penting Buat Kamu?
Bedanya Fold 8 Ultra sama versi reguler paling kelihatan di kamera. Fold 8 Ultra bawa spek kamera ala S26 Ultra: 200MP utama, 50MP ultra-wide, dan 10MP telephoto. Kalau kamu suka foto jarak jauh, absennya lensa telephoto di model reguler bakal kerasa banget.
Secara teknis hasilnya bagus banget, meski saya pribadi lebih suka tone warna ala Pixel. Tapi kalau soal mode potret, Samsung emang belum ada lawan.
Software yang Familiar
One UI Tetap yang Terbaik
Soal software, Samsung masih komit dengan janji update OS selama tujuh tahun. One UI 9 di sini terasa sangat matang. Fitur split-screen dan gesture-nya sangat intuitif. Ada fitur baru “Now Nudge” yang otomatis bagi layar pas kita buka aplikasi tertentu. Berguna banget, asli.
Fitur AI-nya juga ada, tapi untungnya gak terlalu nyampah atau maksa. Semuanya terasa cukup membantu tanpa bikin pusing.
Kesimpulan: Layak Dibeli?
Awalnya saya kira HP ini bakal membosankan, tapi ternyata Galaxy Z Fold 8 Ultra adalah perangkat yang solid banget. Meski mungkin kalah pamor sama desain baru Fold 8, dia menang di peningkatan performa, baterai, dan kamera yang lebih serius.
Kalau kamu cari ponsel lipat yang beneran bisa diandalkan buat kerja dan gak mau ambil risiko dengan desain yang aneh-aneh, inilah pilihan terbaiknya.









