Mencari laptop di tengah kondisi harga komponen yang lagi nggak menentu sekarang ini memang bukan perkara mudah. Biasanya, kita cuma disuguhkan bodi plastik murahan dengan layar seadanya.
Tapi, Dell mencoba mendobrak itu lewat XPS 13 (2026). Kalau Apple punya cara sendiri dengan chip iPhone-nya, Dell hadir dengan pendekatan yang lebih “Windows-sentris”.
Jujur aja, meski pengalamannya nggak sehalus seri premium, XPS 13 ini sangat fungsional dan berhasil menghindari jebakan ‘laptop murah’ pada umumnya. Layarnya tajam, 1440p dengan 120 Hz, plus dukungan sentuh yang responsif.
Keyboard-nya nyaman dipakai mengetik, dan bodinya pun sudah metal penuh. Menariknya, desainnya bikin laptop ini kelihatan jauh lebih mewah dari harga aslinya.
Harga, Spesifikasi, dan Ketersediaan

Dell XPS 13 (2026) sudah mulai dipasarkan dengan harga mulai dari $700 (sekitar 512 GB SSD dan RAM 8 GB). Kalau kamu punya status pelajar, ada potongan harga jadi $600. Saat ini, semua model ditenagai oleh Wildcat Lake Core 5 320, tapi Dell menjanjikan versi Panther Lake dengan Core Ultra 7 355 dalam waktu dekat. Bakal lebih mahal pastinya, tapi performanya pasti lebih nendang.
Apa yang bikin XPS 13 ini menarik?
Laptop budget yang nggak terasa murahan

Nama XPS itu biasanya identik dengan kemewahan, dan Dell bener-bener jaga supaya citra itu nggak luntur di seri ini. Bodinya slim, layar minim bezel, dan akurasi warnanya oke banget. Keyboard-nya kembali pakai model chiclet yang jauh lebih enak dibanding desain ‘zero-grid’ di seri XPS lain. Touchpad-nya memang agak kecil dan sesekali keras kepala, tapi masih bisa dimaklumi.
Layarnya sendiri punya kecerahan puncak 454 nits—lebih terang dari banyak laptop yang saya coba tahun lalu. Refresh rate 120 Hz-nya memang sedikit menipu karena bakal turun ke 30 Hz saat idle, lagipula iGPU-nya bukan buat main game berat. Tapi untuk penggunaan sehari-hari? Layar ini salah satu yang terbaik di kelasnya.
Performa oke, asal jangan minta banyak
Chip Core Series 3 di sini memang bukan untuk kerja berat. Buat browsing, ngerjain dokumen, atau nonton video, performanya lancar jaya. Tapi kalau kamu berharap buat edit video atau gaming, lupakan saja. Intel Core 5 320 ini bukan tandingannya. Meski begitu, buat nonton YouTube atau Netflix, layar 2.5K-nya memanjakan mata banget.
Menariknya, daya tahan baterainya cukup awet. Dalam tes pemutaran video, laptop ini sanggup bertahan hingga 16 jam 40 menit. Cocok banget buat kamu yang butuh laptop untuk kerja mobile atau sekadar teman santai di rumah.
Apa yang bikin kurang sreg?
RAM 8GB di tahun 2026?
Ini masalah utamanya. Windows 11 mungkin makin ringan, tapi 8 GB RAM itu udah nggak cukup buat standar 2026. Baru nyalakan Windows saja, RAM sudah hampir habis, apalagi kalau kamu buka banyak tab di Edge. Sering banget sistem terasa nge-lag atau bahkan freeze kalau saya buka terlalu banyak aplikasi sekaligus. Kalau kamu mau beli, saran saya cari varian 16 GB biar tenang.
Selain itu, jangan cari headphone jack di sini—nggak ada. Port-nya juga cuma dua USB-C. Tapi kalau lihat harganya, rasanya sulit buat protes terlalu keras karena opsi lain di rentang harga yang sama biasanya kualitasnya jauh di bawah ini.
Kesimpulan: Layak beli?
Beli Dell XPS 13 jika:
- Kamu butuh laptop Windows terjangkau untuk tugas dasar.
- Kamu mengutamakan portabilitas.
- Kamu nggak mau kompromi soal desain.
Jangan beli jika:
- Kamu butuh tenaga CPU yang kencang.
- Kamu harus punya layar OLED.
- Kamu butuh storage atau RAM yang lebih besar.
Dell XPS 13 ini berhasil banget di sisi value for money. Satu-satunya ganjalan besar cuma di RAM yang pas-pasan. Kalau saja Dell kasih opsi 16 GB sebagai standar, laptop ini bakal jadi juara di kelasnya. Tapi terlepas dari itu, ini adalah salah satu opsi terbaik untuk pengguna Windows dengan budget terbatas.








